Halaman

Rabu, 03 Desember 2014

Rabu Kelabu #1

Benci aku mengakui kebenaran
kala itu terungkap
berburu aku menutupinya..

Benci aku terbaca olehnya
jika ia benar
selalu ada pengingkaran..

 Selamat malam dunia! itulah penggalan puisi yang tidak kuselesaikan malam ini. dan kurasa memang takkan pernah terselesaikan. Baru saja aku berbincang via Line dengan sahabatku. Kami mengobrol tentang dia dan mantannya. Aku memintanya untuk bercerita tentang kejadiaan ia diselingkuhi. Katanya dia lelah berpacaran. Jenuh. Ia heran pada teman-temannya yang sangat ingin punya pacar. Lalu ia bertanya padaku, apakah aku merasa perlu punya pacar saat ini?

entah.

mungkin saat ini punya pacar hanya sekadar ambisi.
aku takut tidak mampu menjaga pacarku dengan baik nanti.

lalu dia tertawa. katanya, aku lucu.

Apa aku benar-benar lucu? apa itu lucu, kawan-kawan?

 Di awal Desember ini aku belajar untuk menurunkan ekspektasi terhadap orang lain.
Maafkan topik yang tidak terstruktur ini. Maaf jika ini tidak hitam dan tidak putih.
Maafkan cerita yang abu-abu ini..

Tidak ada komentar: