Halaman

Rabu, 28 November 2012

16th: DREAMS COME TRUE

happy birthday... happy birthday...
happy birthday.... taryyyy......


oke, aku bingung harus memulai darimana...

Dulu aku pernah mengatakan ke orangtuaku bahwa ulangtahunku yang ke-16 tidak akan kurayakan di restoran atau tempat makan lainnya, aku pun tidak berniat untuk mentraktir mereka makan. Tapi satu keinginanku yaitu pergi ke panti asuhan. Mendekati hari ulangtahunku, aku bingung...untuk beberapa hal, aku sangat sulit mengkomunikasikan keinginanku kepada orang lain, termasuk untuk ulangtahun ke 16ku ini. Namun ternyata Tuhan sangat menyayangiku, beberapa hari sebelum hari H, ibuku menanyaiku tentang hal ini. Tidak kusangka bahwa ternyata mereka masih mengingat rencana yang sebenarnya sudah lama kuutarakan ini :') Aku mulai senang....

Namun jalan tidak selalu mulus, untuk menjalankan rencana ini ternyata tidak mudah, apalagi dalam waktu yang relatif sangat singkat, satu hari. Tapi Tuhan baik sekali, karena semuanya dapat kulalui....

Hari ini, hari ulangtahunku, sekarang aku berusia 16 tahun. Tidak semua hal berjalan dengan manis, ada beberapa hal yang mengundang kekecewaan dan ini adalah pelajaran, yakni 'tidak semua orang bisa dijadikan harapan, bahkan lebih baik untuk tidak berharap pada orang lain'. Ini sedikit mengingatkanku pada ulangtahunku yang ke-15 hahaha Namun demikian, kekecewaan tidak boleh membuatku berhenti berharap. Yap, berharap kepada Tuhan. Aku berharap agar Tuhan memberkati rencanaku agar berjalan lancar dan lain sebagainya.....

dan benar saja! Tuhan menjadikan segalanya indah pada waktunya! INDAH SEKALI!









pada kesempatan ini ingin kuucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah memberi ucapan selamat, dan kepada mereka yang mendoakannku...
papa mamaku...
adikku, sepupu-sepupuku, tante omku...
guru-guruku...
teman-temanku yang kece-kece... semuanyaaaaa
spesial thanks untuk temanku: ciho, naya, agit, jurin, bernadet, gracia, ayu, priscil, dan audryn yang sudah ikut ke panti asuhan pangamaseang...
terima kasih untuk saudara/i di panti pangamaseang...

maaf jika ada kesalahan atau sesuatu yang tidak berkenan..

saya bingung mau bilang apa lagi...

pada akhirnya aku pun memiliki harapan untuk diriku sendiri, semoga harapan itu terwujud. amin..

God bless my resolution

terima kasih semuanya

aku bahagiaaaaaa karena dicintaaaaa ~

Lovember,
Luckiest Girl: Lestary

Minggu, 25 November 2012

Ketika Aku Merasa Berjuang Sendirian


Untuk membuktikan kumampu jadi yang terbaik
dan masih jadi yang terbaik …


Adakalanya dalam proses mencapai tujuanku, aku berjuang bersama orang-orang lain. Mereka bisa menjadi kawan seperjuanganku, tapi tidak menutup kemungkinan mereka adalah lawanku. Namun yang ingin kuceritakan disini mengenai bagaimana orang-orang lain selain kawan seperjuangan maupun lawanku bersikap terhadapku…

Dalam berjuang, aku pernah menjadi pihak ‘yang terbelakang’, maksudku aku menjadi orang yang tidak pernah diharapkan orang lain untuk menang dalam suatu peperangan, bahkan kadang aku merasa mereka tidak mengharapkan aku untuk ikut berperang. Entah mengapa, kala itu aku merasa bahwa mereka meragukan kemampuanku, menganggap aku tak bisa. Meskipun berjuang bersama orang lain, aku merasa seperti berjuang seorang diri. Beberapa kali aku menjadi lemah dibuatnya dan ikut menjatuhkan diriku sendiri. Tapi ada saat-saat tertentu dimana aku berhasil membangkitkan kembali nyawaku sendiri, membangun kembali kepingan-kepingan semangat yang tersisa dan berusaha berlari menuju tujuanku dengan sisa tenaga yang ada. Aku berniat untuk menjadikan keraguan mereka sebagai batu loncatan. Agar mereka tidak lagi meremehkanku melainkan menjadi yakin terhadap potensi yang kumiliki, karena aku sendiri yakin bahwa talenta ini adalah salah satu pemberian terindah Tuhan untukku…

Hidupku itu adalah aku
bukan kamu dan ragumu
jangan sama-samakan ku…

Ya, aku benci menjadi orang yang tak dianggap. Kemudian aku bermimpi menjadi orang yang ‘paling’ mereka harapkan, aku bertekad untuk membuat mereka ‘berharap banyak’ padaku. Dan ketika mimpi itu menjadi nyata …

Aku tahu aku harus merasa senang dan aku memang merasa senang sekali ketika hal itu terjadi :) Namun hal itu tidak berlangsung lama, aku masih harus berjuang. Perjuanganku masih sangat panjang. Pada awalnya aku merasa sangat didukung oleh mereka, tapi waktu terus berjalan, semakin lama aku merasa semakin risih. Mereka berharap terlalu banyak. Mereka berharap banyak sekali tanpa melakukan apapun untukku, lalu egoku bertanya, “apakah mereka layak berharap padaku tanpa melakukan sesuatu pun untuk mewujudkan harapan mereka?”. Maksudku, misalnya mereka berkata seperti ini, “tary nanti harus bisa meraih ini” atau apapun dengan menyertakan kata ‘harus’. Egoku tak bisa diam dan terus-terusan bertanya, “apakah kewajibanku memenuhi harapanmu? Itu adalah harapanmu, jadi bukankah menjadikan ‘keharusan’ itu nyata menjadi kewajibanmu?”. Mereka terus-terusan mengharapkanku, tapi mereka lupa untuk mendukungku, lupa untuk mendoakanku, dan lupa untuk membimbingku dalam mewujudkan harapan mereka. Mereka cuma berharap tok!

Di saat-saat seperti itu, ada bagian dari dalam diriku yang sangat ingin dimengerti. Perlahan aku merasa harapan mereka menjadi beban yang mulai terasa berat. Aku tahu ini adalah pikiran yang salah karena sebelumnya ini adalah mimpiku, ini adalah tekadku, jadi aku harus bertanggung jawab terhadap resiko-resiko seperti ini. Aku pun larut dalam rumitnya pikiranku. Mereka ada bersamaku dan mengharapkanku, aku bersama banyak orang dalam perjuanganku. Tapi tetap saja aku merasa sendiri. Sepi sekali. Ada titik dimana aku tak lagi kuat dan menangis. Menangis dalam doaku, menangis dalam tidurku. Kemudian aku berpikir bahwa ketika semua orang berharap padaku, itu bukan salah mereka, toh sebelumnya ini adalah keinginanku. Aku pernah bertekad untuk menjadikan diriku harapan mereka. Ini tanggungjawab yang perlu kujalani. Aku punya satu kekuatan yang tak tertandingkan, Yesus. Percaya atau tidak, tapi disaat-saat terendah dalam hidupku Dia masih mau menerimaku, bahkan setelah aku pernah melupakan-Nya ketika aku berada pada posisi yang cukup tinggi untuk menikmati kenikmatan duniawi. Tuhanlah tumpuan harapanku dan aku tahu aku tidak pernah berjalan sendirian…

Sometimes I feel like giving up
It seems like my best just ain’t good enough…

Pernah juga kualami keadaaan dimana mereka berharap banyak dan aku tidak berhasil memenuhi ekspektasi mereka. Kepercayaan mereka terhadap kemampuanku lalu mulai memudar. Mereka mulai mencari orang lain untuk dijadikan harapan. Perlahan aku seperti kembali ke masa-masa dimana aku menjadi orang yang tidak diharapkan. Situasi yang tidak pernah kusukai. Sebenarnya, jika aku ditanya ingin menjadi orang yang tidak dianggap atau orang yang dijadikan tumpuan harapan, aku belum bisa menjawab. Aku sendiri masih bingung…

Jujur, aku tidak menyukai kedua situasi ekstrim dalam hidup itu… Tapi meskipun tak suka aku tetap akan berjuang. Berjuang dalam hidupku…


tary

Sabtu, 17 November 2012

DIA


Aku mengenal dikau telah cukup lama, separuh usiaku
Namun begitu banyak pelajaran yang telah kutrima..
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni ...

Saat ini aku hanya ingin bercerita tentang dia. Jangan tanyakan "siapa dia?" padaku, karena aku pun tak ingin membuka identitasnya. Kau mungkin tahu siapa 'dia' yang kumaksudkan, bahkan bisa saja kau -yang sedang membaca tulisan ini- adalah dia. Selanjutnya, entah aku harus mulai darimana...

I thought I knew you

Dirinya. Bukanlah orang yang baru kukenal kemarin ataupun orang yang baru lahir hari ini. Sudah beberapa tahun aku mengenalnya, cukup lama menurutku. Sebelumnya aku merasa sudah mengenalnya lama dan dalam. Tapi ternyata tidak. Bahkan waktu pun bukan jaminan untuk mengetahui dan mengenalnya lebih dalam. Atau mungkin 1/5 usiaku saja belum cukup, masih perlu waktu lagi untuk memahaminya.

Sejauh ini kupikir dia berbeda. Dia adalah dirinya sendiri, sosok ini bisa saja membentuk jati dirinya, bisa juga menemukan dirinya. Entahlah. Aku tak benar-benar mengenalnya. Meskipun demikian, menurutku, dia berbeda. Lalu apa yang membuatnya berbeda? Entahlah. Aku senang dengan caranya berpikir, bertindak, mengambil keputusan, mempengaruhi orang lain dan caranya menyelesaikan masalah. Ada banyak hal yang kusadari, dia mirip dengan orang lain disekitarku. Sempat aku berpikir: dia sama saja. Tapi tidak! Dengan segera kubantah pemikiran seperti itu. Aku hanya ingin menganggapnya berbeda. Dia memang berbeda. itu saja dan jangan tanyakan aku kenapa.

Kemudian, aku masih ingin bercerita tentang dia, juga tentang perasaanku. Dia berhubungan erat dengan perasaanku. Rasa ini mengatakan bahwa dia tahu banyak tentangku. Bagian diriku ingin dimengerti menyukai perasaan ini. Tapi ada bagian lain yang merasa ini sudah terlalu jauh. Ada banyak hal yang telah dia ketahui...

I don't want to the world see me
'cause I don't think that they'd understand
when everything's made to be broken
I just want you to know who I am

Dia berbeda. Dia mengagumkan. Dia hebat. Sama seperti yang lain, dia kadang menjengkelkan dan beberapakali menyakiti orang lain. Tapi bukan masalah. Toh, menurutku dia masih akan berkembang, menjadi lebih baik.

Dia bisa saja laki-laki, bisa juga perempuan. Dia bisa saja ada, bisa juga hanya khayalan. Dan lebih dari itu, dia mungkin saja kau, orang yang ingin kukenal lebih dalam...

Tary