Halaman

Senin, 22 November 2010

Diskriminasi Ketika Kecil Membawa Prestasi di Masa Depan

Ayah dan ibu saya benar-benar berjuang dalam hidup mereka. Dulu, sewaktu saya berumur 2 tahun, saya tinggal disebuah rumah yang bukan terbuat dari batu bata atau batu-batuan yang lainnya. Rumah kami dulu terbuat dari papan tripleks (seingat saya, hehe). Tidak besar juga tidak kecil. Rumah itu cukup untuk menampung kami (aku, ibu, dan ayahku yang tidak selalu ada di rumah). Ayah sering keluar kota untuk berbagai kepentingan. Dia benar-benar seorang pejuang. Saya pernah melihat fotonya yang sedang memimpin aksi demo para buruh. Saya bangga punya dia. Dari foto tersebut saya belajar untuk dapat mengemukakan pendapat dan membantu oranglain dalam mengungkapkan aspirasi mereka.
Suatu hari ketika ayah pergi ke suatu kota, saya tinggal berdua dengan ibu saya. Rumah kami tidak besar hanya terdiri dari ruang tamu sederhana (juga digunakan untuk menonton TV), dapur, kamar mandi, dan sebuah kamar tidur. Saat itu ibu saya sedang tidur siang. Saya sendiri dan pintu rumah dikunci (saya tidak bisa keluar rumah). Padahal saya merasa bosan saya ingin bermain. Namun, karena tak dapat keluar rumah, saya hanya melihat tetangga seumuran saya bermain diluar. Saya hanya dapat melihat mereka dari jendela. Karena sering merasa kesepian tanpa sadar saya sering melamun bermain dengan dunia khayalan saya. Sangat jarang bermain dengan teman sebaya. Saya pun tumbuh menjadi anak yang pemalu yang terkesan cuek dan sombong.
Karena sifat-sifat itulah saya terkadang merasa sulit masuk kedalam sebuah komunitas. Amat sulit bagi saya untuk menyapa oranglain terlebih dahulu. Sampai ada peristiwa yang saya rasa sering terjadi.
Hampir setiap kali saya bergabung dengan suatu komunitas baru (baik itu sekolah baru, ekskul, organisasi, dan kepanitiaan) saya sering merasa terkucilkan. Saya merasa orang-orang lain bersikap diskriminatif terhadap saya. Mereka mungkin berpikir: “ihh !! dia bisa apa ?? penampilan saja hancur, kulitnya hitam, badannya kurus, pendek. Paling juga anak-anak kampung -,-“.
Dan saya benar-benar merasakan DISKRIMINASI. Suatu ketika saya harus memberi kabar kepada orang tua saya, saya tidak membawa HP, saya pun berniat meminjam HP dari mereka. Tapi tak ada seorangpun yang meminjamkan. Mereka memberi banyak alasan dan saya bisa memastikan bahwa semua itu ALIBI PALSU !!
Hari-hari terus berlalu dan saya secara perlahan saya telah memperlihatkan kemampuan saya. Barulah sejak saat itu mereka satu per satu menghampiri saya. Untuk beberapa kali mereka meminta bantuan saya dalam hal pelajaran. Saya mencoba membantu sebisa saya. Namun ketika masa lalu itu kembali terbayang, amat teramat sulit untuk tidak merasa KESAL pada mereka.
Setiap goresan hidup saya, hampir tak pernah terpisahkan dari diskriminasi. Namun, dari diskriminasi ini, saya terdorong untuk lebih berprestasi.
Terinspirasi dari Obama yang masa kecilnya didiskriminasi namun kini masa depannya tak lepas dari prestasi :)

Melawan Virus

Masuk Rumah Sakit untuk kedua kalinya. Sebenarnya ini yang ketiga kalinya. Pertama, ketika SD dimana saya didiagnosa sakit DBD, eh ternyata hanya alergi cuaca. Kedua, bulan lalu, beberapa hari setelah ujian MID usai. Dan ketiga (saya harap ini yang terakhir), pada tanggal 12-11-10 (12 November 2010). Hanya selang 2 minggu setelah saya keluar RS bulan lalu.
Bulan lalu saya divonis terkena Tifus. Yah begitulah, orang-orang terus-terusan menyarankan saya agar banyak istirahat dan tidak kelelahan. Tapi saya tetap berterima kasih karena perhatian kalian J :* dan karena telah pernah menderita tifus, saat masuk RS kembali, kami mengira tifus saya kembali kambuh.
Saya diantarkan ke RS Stella Maris karena demam yang naik turun. Saat dirumah suhu badan saya mencapai 40,4 0C. saat diperjalanan demam saya mulai turun. Sesampainya di IGD (Instalansi Gawat Darurat) saya akan dipasangkan infus. Tangan kiri saya nadinya tidak kelihatan, makanya dipindah ke tangan kanan. Tapi tangan kanannya harus dikorek (bahasa medisnya apa ya ?? -.-) baru kelihatan.
Setelah itu, karena tak mampu untuk berdiri lama apalagi jalan, saya diantar ke kamar dengan menggunakan kursi roda. Kamar saya ada dilantai 3 karena itu kami harus naik lift. Sesampainya di kamar, saya berniat istirahat. Namun karena tak bisa tidur, saya berusaha meraih ponsel saya, hal yang kemudian saya lakukan adalah membuka Facebook & Twitter. Sekedar ingin mengetahui kabar teman-teman saya. Saya lalu terlelap … =,=
Hmm, waktu berlalu. Setelah hasil laboratorium keluar, ternyata tifus (-) trombosit saya turun menjadi 139.000 ml (setahu saya 139 tapi ga tau 139 apa, hehe). Tapi DBD juga (-). Saya merasa mual, terus-terusan muntah, apalagi setelah minum air, padahal trombosit saya turun. Keesokan harinya trombosit saya turun lagi menjadi 100.000 ml. saya lalu diminumkan berbagai obat tradisional, mulai dari beras merah cina (dari cina beneran emang ?? haha), jus pir+buah merah, sari buah kurma, dan air kelapa. Andatahu perasaan saya saat itu ?? PENGEN MUNTAH !! -,- setelah minum minuman memuakkan itu, badan saya jadi merah, ibu saya dan salah seorang perawat mengatakan bahwa saya terkena sarampa (salah satu jenis campak), saya pun diminumkan kusumba teratai. Benar-benar menyiksa saat-saat seperti itu.
Saya kembali tes darah dan hasilnya trombosit saya meningkat jadi ± 400.000 ml hampir 500.000 ml. benar-benar peningkatan. Setelah tes darah dan urin dan hasilnya adalah baik-baik saja, hanya saja ditemukan ada infeksi. Namun dimana letak infeksi itu tidak diketahui. Dokter lalu meminta agar saya di foto. Setelah paru-paru saya difoto, hasilnya juga baik-baik saja. Kami lalu teringat bahwa saya pernah di”gurah” (pengeluaran lendir lewat mulut), saya pun di consult ke dokter THT. Ternyata, selama ini saya tidak mengidap sinutisis, saya hanya terkena alergi dan sekarang saya dilarang makan makanan instant + vitsin.
Semua hasil tes baik. Tak ada masalah yang serius. Dokter lalu mengdiagnosa bahwa saya terinfeksi virus (virus apa dan dimana tidak diketahui) maka untuk melawannya saya harus banyak makan, agar ‘komplotan virus’ dapat terkalahkan HAHAHA :D
Dengan semangat yang ogah-ogahan saya berusaha untuk makan. Alhasil, saya pun boleh keluar dari RS. Dokter hanya berpesan untuk berobat jalan dan jaga kesehatan. Siipp, pak dokter !! J
Akhirnya, saya dapat menghirup udara bebas ….

Jumat, 05 November 2010

5 Penyakit Hati

Tak ada manusia yang sempurna. Inginnya sih hati selalu bersih, tetapi selalu ada saja hal-hal negatif yang mengotori hati. Sebelum makin keruh, ketahuilah 5 macam hal yang bisa mengotori hati:

1. Iri hati
Sifat ini membuat kita selalu merasa tidak senang dengan kesenangan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan orang lain. Kita pun cenderung berusaha menyaingi orang itu dengan berbagai cara. Bahkan, terkadang kita ingin merusak kesenangan itu. Namun, jika rasa iri lebih kepada ke arah kebaikan, seperti ingin sukses agar dapat menyebarkan ilmu di kemudian hari atau iri untuk menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain, boleh-boleh saja, lho.

2. Provokatif
Sifat ini membuat kita berusaha untuk selalu memengaruhi orang lain melakukan tindakan yang kurang baik. Misalnya, menulari kebencian kita kepada orang lain atau memanas-manasi dengan tujuan menimbulkan permusuhan atau melahirkan kebencian dengan orang itu kepada orang lain.

3. Menebar fitnah
Inilah kegiatan menyebarkan kejelekan orang lain sehingga nama baik orang itu tercemar atau membohongi seseorang agar menimbulkan kebencian.

4. Berburuk sangka
Buruk sangka adalah sifat yang selalu mencurigai atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

5. Ingkar janji
Penyakit hati ini berupa sikap tidak bertanggung jawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan orang lain kepada kita. Biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Orang yang sering ingkar janji berisiko tidak disukai orang di sekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.

Bagaimana menurut Anda, apakah ada “penyakit-penyakit” hati lain yang patut dihindari supaya hati kita bisa senantiasa bersih?

Mencari Sahabat

Banyak orang berpandangan bahwa tak tidak ada sahabat abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Mengapa demikian ? Bukankah tidak mudah mendapatkan sahabat sejati ? Persahabatan bisa sambung dan putus, sahabat bisa datang dan pergi. Semuanya bisa berubah, juga persahabatan. Memang kepentingan diri juga bisa berubah, anmun ukuran persahabatan ditentukan oleh apa yang dipentingkan. Seakan-akan yang menentukan panjang pendeknya, berlanjut-tidaknya persahabatan adalah kepentingan, menguntungkan arau tidak, cocokdengan dirinya atau tidak. Padahal, kecocokan dan kesesuaian amat sulit langgeng. Pribadi yang berubah atau selera, minat, urusan yang sudah berbeda bisa membuat kita tidak cocok lagi. Akibatnya, tingkat persahabatan juga berubah.
        Tidak mudah menjalin persahabatan yang mendalam. Kepribadian yang mudah berubah dan kepentingan yang belum jelas benar. Itulah yang dialami beberapa orang. Padahal, mereka membutuhkan sahabat, terlebih sahabat dalam kesepian, teman kala duka, kawan ketika sakit dan terluka. Bagaimanakah caranya agar sahabat yang dicari dapat ditemukan ? demikian pertanyaan mereka. Tak cukup hanya mempunyai teman, tanpa sahabat di hati. Apakah bedanya ? “Teman ada untuk bersenang dan bercanda bersama, namun sahabat adalah dia yang juga ada di saat kita duka, saat kita butuhkan, saat hati membutuhkan dukungan,” demikian katanya. Tanpa menjadi sahabat sehati, bisa jadi kita menumpuk musuh dalam selimut, bagaikan menikam dari belakang, dikhianati, dilukai, seperti kata pemazmur. Ketika kita diperdaya, TIADA LUKA YANG LEBIH MENGANGA MENDALAM, SELAIN DIKHIANATI DAN DISAKITI OLEH DIA YANG TELAH DIPERCAYA YANG TELAH DIPANDANG DEKAT.
        Memang mudah menemukan teman untuk bersenang-senang. Apalagi bila kesenangan itu didapatkan tanpa mengeluarkan biaya. Akibatnya, ukuran persahabatan seperti itu adalah kesenangan dan suka. Kesusahan dan kedukaan tidak masuk dalam tolok ukur persahabatan tersebut, apalagi kemiskinan. Kekayaanlah yang menjadi ukuran. “KEKAYAAN MENAMBAH BANYAK SAHABAT, TETAPI ORANG MISIKIN DITINGGALKAN SAHABATNYA” (Ams 19:4). Hal-hal yang menguntungkan dan memperkaya dirilah yang dicari. Teman adalah orang yang bisa dimanfaatkan, yang memberi, dan tiada tempat dan hati untuk memberi. Saya mendapatkan apa ?? itulah yang dikejar. 

Bulan Iri pada Bintang

Bulan dan bintang,
Mereka hadir bersama dalam gelap malam.
Namun manusia seakan tak adil terhadap bulan.
Bintang bersinar terang, kerlap-kerlipnya seakan memberi harapan.
Dan bulan pun tahu akan hal itu.
Dia tahu bahwa banyak yang menanti keindahannya,
Tapi keindahan bintang jauh lebih dinantikan.

Saat ini saya berada pada posisi bulan. Terkadang saya memang harus menyadari bahwa saya tidak seperti mereka yang punya banyak uang dan penampilan menarik. saya tahu saya punya banyak teman, saya tahu beberapa dari mereka mengagumi keunggulanku. Tapi saya juga ingin mereka tahu bahwa saya juga merasa iri pada mereka. Sangat iri malah L
Sama seperti saat ini, saat saya tertarik dengan teman laki-laki saya. Saya tahu berapa hal tentangnya : orangtua, alamat, handphone, akun jejaring sosial, teman-temannya, mantan pacarnya, dan bahkan orang yang dia sukai. Cukup banyak bukan ?? saya senang punya teman sepertinya. Dia supel, anaknya gaul, enak diajak ngobrol, ramah, cerdas, termpil, dan berwibawa … haha :D (kacau nih !!) saya juga merasa punya kelebihan mulai dari yang biasa saja sampai bakat yang menarik.
Namun ketika mendengar seberapa antusiasnya dia bercerita tentang anak perempuan yang dia sukai, semuanya seakan berubah. Setiap hari yang saya lakukan hanyalah membandingkan diri saya dengan anak perempuan itu. Apakah saya lebih menarik dari dia ?? seberapa banyak harta yang saya miliki ?? punyakah saya suatu hal yang disebut ‘keterampilan’ ?? mampukah saya untuk berolahraga brsamanya ?? yang terakhir, apakah saya jauh lebih baik dari dia ??
Dan jawaban dari semua pertanyaan itu : TIDAK. Saya tidak cantik. Bagaimana mungkin saya menarik? Saya tidak punya banyak harta. Saya bahkan harus berpikir lama, jika teman-teman saya meminta untuk menraktir mereka makan. Keterampilan? Apakah mengelabuhi banyak orang termasuk keterampilan? Saya senang MELIHAT orang berolahraga. Tapi tidak untuk berolahraga. Nilai Pendidikan Jasmani di rapot bahkan hanya berkisar 75-80. Jadi, saya tidak lebih baik dari dia.
Dia gadis yang cantik, menarik, dan multitalent. Tak heran jika banyak anak pria yang menyukainya. Dan banyak gadis seperti saya yang iri dengannya. Pada akhirnya, saya pun merasakan apa yang dirasakan bulan itu.
Seperti sang rembulan, saya tahu bahwa ada orang lain yang lebih menarik untuk dinantikan. Orang itu memberi harapan seperti bintang. Mungkin saya tak pernah memberi mereka pencerahan dan pengharapan bagi mereka sehingga mereka hanya menyadari kehadiran saya, saat sang bintang tak terlihat.

Jumat, 24 September 2010

Ruang Hati

setiap manusia memiliki ruang kosong di hatinya.
ketika seseorang datang dan kita berpikir bahwa dia mengisi ruang kosong itu, sebenarnya dia hanya berdiri didepan pintu dan menyamarkan ruang kosong tersebut.
ruang kosong di hati kita tetap ada dan tak akan pernah benar-benar terisi.

cuma karena hati harus terisi, dan rasa haruslah cinta, maka kerapkali manusia berlari dan mencari, entah apa ..
cuma karena sepi diartikan mati, dan luka tak boleh ada, maka manusia berpikir sudah menemukan, entah apa ..
padahal aku lelah..
dan aku telah sampai dimana aku meoleh dan menyadariaku tak pernah menemukan apa-apa ..
dan bahwa seumur hidupku, aku hanya pura-pura bahagia ..

Come from The Star

You really know where the star is
"You really now where the star is"
Let me show you how to call the star
I mean to get closer with the moon
So I will give you my wing

With you, I fly away to the space
Over the light speed limit
Over the sound speed limit
Get closer with me now

I come so far from the star
I cannot come back
So I will fly wit you
Far away from the sun

You enter my heart
You fill my heart like the rain watering earth
Oh, my angel
You're so perfect to me

I may not perfect to love you
But my love for you so perfect


-Thompson Owen Hendriks-

Sabtu, 18 September 2010

Tips Menjaga Kesetiaan

Kesetiaan, tidak selalu dimiliki setiap orang. Tidak mudah dan mungkin terlalu banyak godaan untuk menjaga kesetiaan dengan pasangan. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk menambah keteguhan kesetiaan Anda.

Mengertilah
Pahami dan mengertilah akan segala keadaan yang sedang menimpa pasangan Anda, baik dalam keadaan senang, frustrasi, putus asa atau segala situasi tersulit sekalipun. Jangan pernah memperburuk suasana hatinya ataupun menyalahkannya ketika ia sedang mengalami nasib buruk. Dengan cinta dan kesetiaan Anda, maka Anda justru bisa membangkitkan semangat pasangan Anda untuk keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Jangan meninggalkan dia dan tetap setia di dalamnya, maka pasangan Anda akan semakin mencintai Anda, karena Anda-lah yang selalu berada di sisinya, untuk selalu menyejukkan hatinya.

Jadilah penghibur baginya
Bila pasangan sedang sedih atau terluka hatinya, maka hiburlah dia, karena cinta Anda akan memberikan penghiburan dan penguatan bagi pasangan Anda. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali dengan kesetiaan di saat senang, sedih atau berduka. Jadi mulailah menjaga hubungan dengan kesetiaan cinta Anda.

Ikhlas
Mencintai adalah memberi cinta dengan ketulusan, tidak ada terselip di dalamnya, imbalan ataupun pamrih demi keuntungan pribadi. Timbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Dari rasa ikhlas dan tanpa pamrih, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda.

Terima apa adanya
Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Dalam hubungan, jangan mencemari hati dan cinta dengan banyak tuntutan, karena bisa-bisa malah menghancurkan hubungan Anda berdua. Jangan banyak mengeluh kepada pasangan, tapi ucapkan syukur dalam setiap menghadapi kekalutan hidup. Sikap untuk belajar memberi yang terbaik untuk pasangan, akan semakin memperbesar kesetiaan cinta kepada pasangan Anda.

Jangan takut kecewa
Kebanyakan orang selalu ingin senang terus, dan menghindari rasa kecewa, padahal masih banyak sisi hidup yang harus dipelajari. Ada kalanya, Anda harus merasa kecewa kepada pasangan Anda, seperti adanya pertengkaran yang membuat Anda terluka hati. Namun, Anda tidak perlu takut menghadapinya, karena luka-luka kecil itu akan menambah sisi kedewasaan diri Anda. Cinta-lah yang akan memberikan semangat hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut jika harus merasa kecewa.

Mandiri
Kemandirian akan membuat Anda tetap setia terhadap pasangan. Anda menjadi semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang.

Selalu ada harapan
Milikilah harapan dan mimpi-mimpi Anda dan berusahalah untuk mewujudkannya. Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda, karena harapan Anda-lah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup bahagia dengan pasangan Anda.

Tunjukkan sikap ‘kesetiaan’
Padukan perkataan dengan sikap yang menunjukkan bahwa Anda tetap setia kepada cinta pasangan Anda. Semua itu membuktikan dalam hubungan terdapat kejujuran dan kepercayaan satu sama lain, dan dengan demikian Anda berdua akan sama-sama menikmati buah kesetiaan tanpa perlu khawatir dengan adanya kebohongan.

Persahabatan ? -__-

Apapun definisinya, persahabatan sejati selalu didasari pada rasa saling percaya, rasa saling menghormati, saling mendukung dan menerima perbedaan tanpa kepentingan pribadi. Jangan sia-siakan persahabatan yang dimiliki.Persahabatan bukan saja masalah dengan siapa kita akan menghabiskan waktu. Tapi ini lebih pada sebuah kebutuhan jiwa. Bahkan perasaan cintapun tak akan muncul tanpa didasari persahabatan. Helen Keller pernah mengucapkan, “lebih baik berjalan dalam gelap bersama seorang sahabat daripada berjalan dalam terang sendirian”Jangan pernah sepelekan sahabat. Karena temanlah satu saat kita bisa berjaya, dan karena teman pula satu saat kita bisa jatuh. Sahabat atau teman sejati, kata seorang teman adalah mereka dari siapa kita bisa percaya meminjam dan dipinjami uang. Sahabat, kata teman lain, adalah kepada siapa kita bisa menceritakan diri kita yang sesungguhnya. Sahabat adalah tempat curhat, alias curahan hati, tempat kita bisa merasa aman menampilkan “wajah” kita tanpa harus bertopeng. Pun tempat kita bisa merasakan perbedaan tidak menjadi masalah. Apapun definisinya, persahabatan sejati harus selalu didasari pada rasa saling percaya, saling menghormati, saling mendukung dan penerimaan atas perbedaan dan tanpa kepentingan pribadi. Ada orang begitu pandai bergaul hingga seolah-olah ia memiliki sahabat dimanapun dia berpijak. Tapi nyatanya tak semua orang beruntung. Tak semua orang dengan mudah bisa menjalin persahabatan sejati hingga waktu lama. Sebenarnya mereka ini bukanlah orang yang gagal, karena masih sangat mungkin untuk mencoba lagi. Mungkin mereka hanya terlambat untuk belajar bahwa persahabatan bukanlahlah jual beli. Ketika kepentingan selesai, selesai juga persahabatan.
Dari situs friendship.com tertulis bahwa untuk menemukan sahabat sejati Anda membutuhkan waktu untuk mengujinya. Sadarilah bahwa sahabat karib tidak harus memiliki kesamaan dalam segala hal. Memang dalam beberapa hal Anda membutuhkan persamaan. Misalnya dalam hal minat buku, musik atau film.
Tetapi perbedaan dalam persahabatan sesungguhnya adalah anugerah. Dengan perbedaan Anda akan dapat meluaskan dunia Anda. Untuk itu, jagalah diri Anda dari keinginan untuk menghakimi apapun pilihan teman Anda.
Menjadi teman yang baik juga mesti adu argumentasi sesekali. Sepasang sahabat tak harus terus menerus setuju akan hal yang sama. Meski tak semua orang menyukai kondisi ini, berdasarkan penelitian, adu argumentasi ternyata bisa menyehatkan. Selain bisa menggali pribadi teman Anda, lewat adu argumentasi Anda bisa menambah wawasan dan belajar tentang kesabaran.
Anda harus merasa nyaman berada di sekitar orang yang anda sebut sahabat. Karena tak jarang kita mendengar komentar seperti ini, “Aduh, aku sebenarnya tak suka dengan olok-oloknya tentang aku. Habis bagaimana lagi, dia kan sahabatku sejak SD”. Tapi benarkah ini yang disebut sebagai sahabat ?
Seorang teman akan mencintai tanpa syarat. Sesekali mungkin seorang sahabat akan marah. Tapi bukankah kemarahan adalah kondisi psikologis wajar. Seorang sahabat biasanya akan segera melupakan kemarahannya dan memaafkan sesegera mungkin Anda menyadari kesalahan yang terjadi. Jika saat ini Anda sedang marah pada sahabat Anda, ingatlah hal ini. Jangan sampai kemarahan Anda menghapuskan segala kesenangan yang biasanya Anda lalui bersama.
Anda percaya cinta pada pandangan pertama ? Sebenarnya hal ini juga terjadi pada persahabatan. Kita mungkin masih ingat saat kita baru bertemu dengan seseorang.
Perkenalan berjalan biasa saja. Lalu tanpa kita sadari kita terlibat dalam pembicaraan seru dengannya. Lucunya kadang kita merasa topik yang kita bicarakan seolah cuma kita yang tahu. Seolah tak seorangpun di dunia ini yang mengerti apa yang kita bicarakan. Setelah waktu 3 jam percakapan yang “heboh”, Anda harus berpisah. Anda kemudian saling bertukar nomer telepon, dan tak sabar untuk berbincang lagi dengannya. Nah, anda baru saja memulai persahabatan lewat pandangan pertama.

Awal yang Belum Berakhir

Kata siapa tak ada manusia yang sempurna? bagiku, senyumnya secerah mentari pagi hari, tutur katanya bagai kicauan burung merpati, dia berjalan selayaknya para selebriti. begitu sempurna. sangat mengagumkan. Darryl Septino. dia memberiku tujuan hidup.

Pagi itu hari pertama masuk sekolah. SMP Karimun Yamaha, sekolah yang dipilih ayah-ibuku. Semoga itu pilihan yang tepat, pikirku saat itu. Berjumpa dengan Darryl Septino, awalnya biasa saja. tidak ada yang istimewa.

Setiap hari bertemu dengannya memberi warna yang berbeda di hatiku. Badan yang atletis, jiwa seni yang natural, otak yang jenius, kurasa itu semua sudah lengkap untuk menjadikanku merasa kagum padanya.

Aku mencoba untuk menceritakan apa yang kurasakan pada teman-teman terdekatku. saran yang mereka berikan sangat-sangat sulit tuk kulakukan. "Mencari perhatianny !!" , demikian kata mereka. merasa tertantang akupun mencobanya. Tapi ada satu hal yang kusadari belakangan, tanpa dicari perhatiannya pun menghampiriku.

Hidupku semakin berwarna karena kehadirannya. Namun semuanya tak berlangsung lama, ketika lahir satu keputusan besar, yang sangat menyakitkan. dia harus pindah. Dia pergi bukan berarti kenangan indah bersamanya juga harus hilang.

Darryl Septino, ingin sekali aku menyampaikan padamu : "Aku senang pernah mengenalmu, aku bangga memiliki teman seperti dirimu. Jangan lupakan aku !! :( "

Sekalipun dia pindah dan kami jarang berkomunikasi lagi, kisah kami belum berakhir, takkan berakhir sebelum kehidupan di bumi juga berakhir.

Hanya ada satu aku dalam dunia ini. dan dulu, aku sempat berfikir untuk menjadikan duniamu hanya untukku.

SAHABAT dan CINTA

Suatu hari,Saat CINTA & SAHABAT berjalan,tiba 2 CINTA terjatuh ke dalam telaga. Tau kenapa.....?
Karna cinta itu buta..

Lalu SAHABAt pun ikut terjun ke dalam telaga. Tau kenapa...?
Karna SAHABAT akan berbuat apa saja untuk CINTA.

Dalam telaga tiba2 CINTA menghilang.Tau kenapa...?
Karna CINTA itu halus, mudah hilang apalagi tidak di jaga, sukar di cari apalagi di dalam telaga yang gelap..

Sedangkan SAHABAT masih tetap mencari-cari dimana CINTA dan terus menunggu, Tau kenapa...?
Karna SAHABAT itu Sejati, Setia. maka hargai dan sanyangilah SAHABAT, karna SAHABAT tetap paling setia dan ber harga..

suatu hari cinta bertanya pada sahabat, mengapa engkau ada jika aku sudah ada, lalu sahabat menjawab,untuk meletakan senyum ketika cinta meninggalkan air mata.

Krisis Iman Manusia Zaman Modern


            Ada suatu perkembangan yang menarik untuk diamati antara Abad Pertengahan, Zaman Via Moderna dan Zaman Pencerahan. Sampai dengan Abad Pertengahan, yang menjadi pemikir di dalam masyarakat adalah para teolog. Ilmu pengetahuan yang paling popular dan berpengaruh adalah teologi. Dan, para pemikir yang berpengaruh adalah para klerus yang disebut Bapa-bapa Gereja. Mereka itu adalah para iman, uskup, dan Paus.
            Sejak zaman modern, para umat awan biasa mulai menjadi pemikir. Ilmu pengetahuan yang popular dan semakin dikagumi adalah ilmu alam. Cara berpikir deduktif yang menjadi ciri ilmu teologi yang bertugas menjelaskan iman diganti dengan cara berpikir induktif yang menjadi cirri ilmu alam. Ara kerja induktif yang dirintis oleh Francis Bacon semakin berkembang.
            Tetapi efek negatifnya ialah bahwa metode ilmu alam dipaksakan untuk mnjelaskan ajaran iman, data Kitab Suci dan dogma Gereja. Akibatnya, manusia modern perlahan-lahan merasakan adanya sesuatu yang ‘tidak nyambung’ antara ajaran agama dengan kebenaran ilmu pengetahuan. Hal itulah yang pada gilirannya menimbulkan krisis iman dalam masyarakat.

Krisis Iman Pertama : Deisme
            Istilah Deisme berasal dari kata Deus, yang arinya Allah. Deisme adalah kepercayaan bahwa Tuhan itu ada, namun tidak ada hubungannya dengan dunia dan manusia. Tuhan menciptakan alam semesta, dan alam semesta ini bekerja menurut hukumnya sendiri tanpa ada campur tangan lagi dari Tuhan. Setelah mencipta, Tuhan bertahta di Surga dan beristirahat dalam keabadian-Nya.
            Kepercayaan Deisme adalah refleksi yang paling rapi dari Isaac Newton tentang alam semesta yag teratur dan berputar menurut hukumnya. Tuhan digambarkan sebagai Allah yang bertaa jika tidak ada nggung jawab atas perencanaan pembangunan dan menggerakkan ‘mesin’ dunia ini. Sebab, bagaimana dunia ini ada jika tidak ada pembuatannya ? Ada dua argumentasi Deisme yang membuktikan adanya Tuhan.
            Argumentasi pertama adalah pandangan tentang causa prima atau penyebab pertama. Dikatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini menjadi ada karena ada yang menyebabkannya. Dan, sang penyebab itu tntu juga disebabkan oleh penyebab lainnya. Dan begitu seterusnya. Akan tetapi, rangkaiaan sebab-akibat ini tidak mungkin tidak terbatas (ad infinitum). Jadi pada akhirnya, kita harus menyimpulkan bahwa penyebab yang terakhir adalah Tuhan.
            Argumentasi kedua adalah konsep the clock maker God. Dikatakan bahwa Tuhan merencanakan alam semesta ciptaannya secara sempurna. Dan setelah Tuhan selesai menciptakan dunia, Ia pun beristirahat di rumah-Nya. Bagaikan seorang tukang pembuat jam, Tuhan membuat ‘jam alam semesta’ ini. Ia memutar tombolnya untuk dapat berjalan dengan sendiri secara abadi, dan membiarkannya berjalan sesuai dengan hukum-hukumnya yang pasti. Jadi, manusia dan alam semesta ini sendiri tanpa Tuhan. Tuhan diumpamakan sebagai the clock maker God yang banyak dijelaskan oleh teori-teori ilmu alam Newton.
            Konsekuensi dari pandangan yang kedua ini adalah bahwa tidak ada gunanya lagi berdoa kepada Tuhan si tukang jam itu. Karena, walaupun Tuhan bersedia untuk membantu seorang manusia, Ia sudah tidak berdaya lagi. Karena, Ia tidak dapat menghalang-halangi karya ciptaan—Nya yang sudah bekerja dengan aturannya sendiri.
            Karena itu juga, tuhan sebenarnya tidak pernah menampakkan diri kepada Musa di Gunung Sinai. Tuhan juga tidak mungkin mengutus Anak Tunggal-Nya ke dunia untuk menebus manusia. Dan Tuhan rasanya tidak pernah punya anak tunggal dehh. Hahaha :D
            Jika kita pikirkan secara lebih mendalam, Deisme sesungguhnya suatu jalan tengah atau kompromi antara perlunya Tuhan (karena pengeruh tradisi kekristenan) dan tidak memerlukan Tuhan (menurut orang modern yang telah mengalami perubahan secara mendalam). Namun, karena mereka masih ‘malu-malu kucing’ untuk seratus persen meninggalkan Tuhan di dalam Surga supaya tidak ada kaitannya dengan manusia dan dunia ini.
            Voltaire (nama pena dari Francois-Marie Arouet, 1694-1778), seorang pemikir Zaman Pencerahan pernah berkata, “Jika Tuhan tidak ada, maka Ia harus diciptakan” (If God did not exist, it would be necessary to invent Him). Karena, Tuhan masih dibutuhkan untuk menenangkan hati dan perasaan ‘religius bangsa Eropa yang dibentuk oleh Kekristenan. Walaupun Tuhan itu akhirnya tidak diberi peranan apa-apa oleh manusia. 
             Sebuah refleksi bagi kita yang mengaku diri sebagai orang beriman yang rajin berdoa dan datang ke Gereja : apakah kita juga seorang penganut Deisme ? ketika kita mulai merasa bahwa ibadat hanyalah soal formalitas dan demi kebersamaan belaka, ketika doa-doa kita terasa tidak ada artinya, dan ketika kita meras bahwa ajaran iman tidak lagi mempengaruhi sikap dan tingkah laku kita, sebanarnya kita sedang jauh dari Tuhan. Pada saat itu Tuhan seakan berada jauuuuhhh di surge sana. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan kita. Atau lebih buruk laagi, kita hidup seperti seolah-olah Tuhan memang tidak ada.
            Mungkin kita perlu berjuan sungguh-sungguh supaya memiliki iman yang hidup seperti Rasul Paulus dan para kudus. Atau, seperti orang-orang pada masa Abad Pertengahan yang memiliki pengharapan yang kuat akan surge. Meskipun, kita adalah orang modern yang terpelajar, pandai, sibuk, dan mampu mengandalakan kemampuan diri sendiri karena punya karier atau profesi yang bagus.
 Krisis Iman Kedua : Agnostisisme
            Krisis iman yang kedua ialah Agnostisisme. Istilah ini berasala dari kata a dan gnostik. Artinya…??? Tidak tahu! Ya, tidak tahu. Maksud saya, bukannya saya tidak tahu arti kata agnostic, tetapi kata itu memang berarti ‘tidak tahu’. ‘A’ itu ‘tidak’ dan ‘gnostik’ itu ‘tahu’. Jadi, agnostisisme artinya “aliran yang tidak mau ambil pusing entahkah Tuhan itu ada atau tidak ada”. Kalau memang ada, ya syukur… kalau tidak ada, juga nggak apa-apa. Meminjam istilah orang Jakarta : “emang gue pikiran…”
            Sikap seperti ini muncul karena manusia sudah merasa masa bodoh atau sudah lelah memikirkan hal yang mereka anggap tidak pasti. Akhirnya, mereka menyerah ddengan mengatakan : “gue nggak tahu !!”
            Agnostisisme adalah suatu sikap abstain atau tidak mau memilih untuk menerima atau menolak adanya Tuhan dan perlunya agama bagi manusia. Sikap ini adalah sikap wajar dari pengaruh ilmu pengetahuan alam sebagai primadona yang akan dipaksa untuk menjelaskan segala-sesuatu. Oleh karena Tuhan dan ajaran iman tidak bisa dijelaskan berdasarkan metode ilmu pengetahuan alam, maka orang menyimpulkan secara lebih sopan bahwa untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan, termasuk soal malaikat, surge, neraka, dan sejenisnya, mereka tidak mau tahu-menahu.
 Krisis Iman Ketiga : Ateisme
            Inilah dia puncak dari krisis iman, yaitu Ateisme. Kebalikan dari Voltaire, kaum ateis merasa tidak perlu memaksa diri untuk ‘mengatakan’ Tuhan dalam pikiran. Bila Tuhan tidak ada, biar saja tetap tidak ada. Dan berbeda pula dengan kaum agnostik, orang atis merasa ateis merasa tahu and yakin bahwa Tuhan memang tidak ada. Kalau Deisme masih malu-malu menolak Tuhan, Agnostisisme memilih abstain, maka Ateisme dengan berani menegaskan bahwa “Tuhan memang tidak ada!”
            Ateisme muncul sebagai akibat krisis imnan yang dipicu oleh pandangan baru tentang dunia ini. Pandangan baru itu ditandai akan hukum alam gaya Isaac Newton (Newtonian world machine) yang menghasilkan pandangan materialistis tentang realitas. Realitas pada dasarnya adalah materi. Mesin dunia ini berjalan sesuai dengan hukum-hukum intrinsic. Manusia termasuk di dalamnya. Dunia ini adalah suatu system yang tertutup dan sudah lengkap di dalam dirinya sendiri. Tidak ada intervensi dari Tuhan, karena Tuhan memang tidak ada. Yang ada adalah manusi dan dunianya.
            Bagi orang ateis, Tuhannya orang Kristen Nampak sebagai Tuhan yang tidak perlu. Karena Tuhan digambarkan secara material. Tetapi karena Tuhan ternyata tidak melakukan intervensi dalam hidup manusia secara material, maka jelas Tuhan semacam itu tidak ada gunanya.
            Contoh keinginan agar Tuhan harus bertindak secara material ialah seperti perlunya intervensi Ilahi dalam bentuk mukjizat-mukjizat pada manusia. Kalau Tuhan sungguh ada, Ia harusnya melakukan berbagai intervensi untuk menolong manusia. Kalau Tuhan memang ada dan Mahakuasa, mengapa Ia membiarkan penderitaan dan kematian terjadi dimana-mana ? karena itu, Tuhan tidak ada.
            Atau jika Tuhan memang ada, berarti Dia tidak Mahakuasa karena Dia tidak mampu berbuat apa-apa terhadap penderitaan manusia. Atau kalau Tuhan itu ada dan Mahakuasa, kenapa manusia masih menderita dan harus mendorong dirinya sendiri ?? Kalau begitu, Tuhan tidak Mahabaik dongg ?! Buktinya Dia tidak mau menghapuskan penderitaan manusia di dunia ini ! jadi, untuk apa percaya dan menyembah Tuhan semacam ini?? Karena itu, lebih baik percaya saja bahwa Tuhan tidak ada !! Begitu argumentasi para ateis.
            Persoalan yang dipertanyakan oleh kaum ateis itu sesungguhnya menjadi refleksi bagi kita orang beriman. Sebab, sampai hari ini masih ada juga orang-orang beragama yang mengharapkan Tuhan mau selalu bertindak secara material. Orang berdoa hanya untuk memohon kesembuhan dari penyakit. Pendeta-pendeta dan pastor-pastor menjanjikan mukjizat dari Tuhan yang akan menyembuhkan segala penyakit dalam berbagai ibadat di lapangan-lapangan kota. Padahal, Tuhan Yesus pernah memperingatkan setan dipadang gurun, “Janganlah mencobai Tuhan Allahmu.”
            Doa penyembuhan dan Kebangunan Rohani missal yang dihadiri oleh ribuan orang menjanjikan adanya mukjizat penyembuhan instant bagaikan masak mie instant dan makanan cepat saji abad ini. Jangan-jangan cara beriman kita kepada Tuhan juga sudah dipengaruhi oleh gaya instant dunia sekarang ini.
            Padahal, kita tahu bahwa dunia dan manusia ini memang secara nyata bercorak fana, rapuh, bisa sakit, dan bisa mati. Dan, iman Kristiani justru mengajarkan bahwa Tuhan sedang menolong manusia keluar dari penderitaan dan keterbatasan itu. Caranya? Tuhan sendirilah yang menentukan caranya, bukan seperti yang dipikirkan manusia. Mengapa? Karena Tuhanlah yang paling tahu duduk persoalannya dan jalan keluarnya. Dan justru itulah yang seharusnya dimengerti dengan baik oleh orang beriman modern.
            Tuhan sesungguhnya peduli dengan penderitaan dan kematian manusia sehingga Ia menebus manusia melalui misteri penjelmaan Putra Tunggal Allah, melalui hidup-Nya, pengajaran-Nya, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Karena dunia bercorak material, Tuhan juga harus menjelma masuk ke dalam dunia material ini supaya bisa menyatu dengan semua orang.

Kamis, 16 September 2010

"Sr. Theresia dan Sr. Imakulata"

Ketika ku berjalan menulusuri jalan setapak
seorang menepuk pundakku
aku menoleh, aku terkejut melihatnya
begitu indah rupanya

dia menyapaku, tersenyum padaku
senyum hangat penuh makna
begitu mempesona

dia lalu menuntunku
membimbingku melalui jalan setapak tadi
kami berjalan bergandengan

dia yang telah menikmati asam manis hidup
berbagi banyak hal terhadapku
bukan sekedar guru
tidak hanya seorang kepala
lebih dari itu, Dia adalah orang berharga bagiku
Dia adalah Sr. Theresia
Seorang yang telah  menggores sebuah kisah dalam hidup

Setelah sekian lama menelusuri jalan setapak bersamanya
Kami bertemu seseorang lagi

Melihat binar-binar matanya
Merasakan aura kasih miliknya
Membuatku merasa nyaman berada di dekatnya

Tak lama setelah itu,
Aku mengerti maksud kehadirannya
Dialah yang akan menuntunku menelusuri jalan setapak ini
Mengikuti skenario kehidupan

Kini,
Telah hadir seorang pelukis baru
Seseorang yang akan menggores kembali
Kejadian penting dalam hidup

Lukisan lama itu tetap terpajang
Meski sang pelukis tidak lagi di sampingku
Karena Dia dan kenangan bersamanya
Tetap berada di hati

Terima kasih atas lukisan itu
Lukisan yang bercorak dan penuh warna

Selamat datang Sang Pelukis baru
Lukislah hidupku dengan kasihmu

Masalah dan Perbedaan

Masalah memang datang silih berganti. Ternyata bukan hanya saya yang merasakan ini, teman-teman saya juga dan yang lebih buruknya lagi, ketika mereka memiliki masalah, saya dengan SOK nya mencoba menenangkan mereka.

“HIDUP TANPA MASALAH = HIDUP TANPA USAHA”

Bagaimana dengan saya ?? saya memang begitu mudah berbicara, tapi kenapa begitu sulit bagi saya untuk melaksanakan ??

Saya memiliki seorang teman, dia seorang yang sangat baik, hampir tiap panggilan saya dia penuhi. Dia seorang yang kocak. Selalu menghibur. Walau tak jarang dia membuat saya kecewa. SANGAT KECEWA !! dia telah menjadi orang yang sangat berarti bagi saya terima kasih.

Tapi jauh ke dalam lubuk hati saya, saya sangat takut, saya takut dia berubah. Terlalu banyak perbedaan di antara kami. Terkadang saya berpikir untuk melupakan segala perbedaan yang ada. TAPI TIDAK BISA !! PERBEDAAN ITU TERUS TERNGIANG DI BENAK SAYA !!

Saya takut. PERBEDAAN ITU MEMBUAT SAYA MALU !! SANGAT MALU !! SAYA TIDAK INGIN MEMBUAT DIA TURUT DIPERMALUKAN BESAMA SAYA.  TIDAK INGIN.
Bagaimana dengan jauhi dia ?? hanya itukah satu-satunya jalan ?? sangat sulit bagi saya untuk jauhi dia karena dia salah satu orang yang menyebabkan hidupku lebih berwarna.

Pertemanan Vs. Masa Lalu

Telah lama mengenalmu, memberi rasa baru dalam diriku sendiri. Merasa nyaman bersamamu, bahagia, dan tak jarang merasa rindu padamu kala tak terlihat lagi batang hidungmu. namun ada rasa yang mampu menyaingi perasaan itu. Perasaan malu, iri, dan juga …. sedikit dendam padamu. Perasaan ini muncul sesaat ketika mengingat awal pertama kita bertemu. Apakah kamu juga mengingatnya ? saat itu, aku sangat ingin berteman denganmu. Aku memulainya dengan berbagai cara. Termasuk mencoba menghubungi ponselmu. Tapi apa responmu ? kau malah tidak mengenalku ? menyangka aku adalah orang lain. Kau tahu perasaanku saat itu ? SAKIT !! karena itu artinya, KAU SANGAT-SANGAT TIDAK MENGHARAPKAN KEHADIRANKU !! ><

Hari-hari berikutnya tak jauh berbeda. Kau terlihat seperti meremehkanku dan juga MEMANFAATKANKU !! saat itu aku masih belum membalasnya dan tidak berniat untuk membalas itu  yang terpikirkan saat itu hanyalah ingin menjadi temanmu. Hanya itu. Aku tak berharap lebih.
Sejalan dengan berjalannya waktu, kita semakin dekat. Dan hubungan kita semakin membaik namun tak lama setelah itu, bayangan suram masa lalu antara kau dan aku kembali terbayang. Disaat-saat merasa sangat nyaman berada di dekatmu, aku seakan mendapat bisikan untuk meninggalkan dan melupakanmu. Bahkan aku sempat berpikir untuk membalas semua perih hatiku. TAPI AKU TAK SANGGUP PERGI DARIMU !! APALAGI HARUS MENGGORES LUKA DI HATIMU !!

Dan sekarang …

Hubungan pertemanan kita berada diujung tanduk. Aku bingung apa yang harus kulakukan >< akankah hubungan ini berhenti sampai disini, tanpa satu kata berpisah ?? ataukah akan diakhiri dgn luka dan goresan perih di hati ?? aku tak tahu :(