Halaman

Jumat, 19 Desember 2014

Kabar Duka

Selamat pagi..

Semalam aku takut terlelap. Bukan tanpa alasan karena kemarin aku baru saja menerima kabar duka. Seorang seniorku yang juga menjadi asisten dosen telah berpulang ke rumah Bapa di Sorga. Ini sungguh membuat kami terkejut, pasalnya kami masih sering bertemu dengannya. Bahkan teman kosanku masih chating via line sampai jam 12 malam dengannya. Kabarnya di sedang tidur dan tidak bangun ketika dibangunkan, mungkin terkena serangan jantung.

Aku membayangkan betapa beratnya situasi yang dihadapi oleh keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan. Dia adalah angkatan 2011 dan saat ini menjalani tahun ke-4 kuliah, sebentar lagi lulus. Ini adalah masa adven, sebentar lagi seharusnya merayakan keceriaan natal bersama orang sekitar. Tapi apa? Terlalu banyak hal untuk disayangkan. Lagipula siapa kita untuk mendikte keputusan Tuhan?

Rest in Peace Kak Rio. Semoga diterima di sisi-Nya dan semoga keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Ketika Tuhan memanggil kita untuk pulang kembali ke kediamanNya, tidak ada kata masih muda. Berapapun usia kita, Tuhan bisa memanggil kita kapan saja. Semaju apapun teknologi kesehatan yang ada sekarang, waktu kita 'berpulang' tetaplah menjadi misteri. Apa saja yang telah kita perbuat selama hidup ini? Apakah kita dapat mempertanggungjawabkannya?

Pagi ini, di tengah-tengah rasa takutku, aku hanya bisa bersyukur. Bersyukur karena masih bisa bangun pagi dan menulis seperti ini.

Tidak ada komentar: