Rabu, 31 Agustus 2011
Minggu, 28 Agustus 2011
Puji Tuhan: Ngumpul bareng Keluarga
Saat bahagiaku duduk berdua denganmu
Hanyalah bersamamu…
Mungkin aku terlanjur
tak sanggup jauh dari dirimu,
kuingin engkau tahuuu…
Jarang ketemu keluarga. Hmm, ga juga sih. Tepatnya, jarang kumpul bareng keluarga. Gimana nggak? Sayanya aja sibuk sekolah. Belum lagi papa saya, tiap minggu pasti keluar kota, torajalah, jakartalah, jogja… ya begitulah, apalagi jaman-jaman padat jadwal seperti sekarang. Adik saya? Sepulang sekolah langsung main sama temannya. Mama? Ada sih, cuma kalo buat kumpul bareng itu ga sering, soalnya semenjak masuk SMA saya sering kecapekan, sampai di rumah paling kerjanya tidur. Tugas aja berantakan -_- belum lagi ulangan. Pantes aja gada yang ga remedial..
Trus? Kalo udah gitu mau nyalahin siapa? Gada yang perlu disalahin sih sebenernya, toh itu memang tugas, tanggungjawab kan ya? Sekarang mah yang penting mengerti aja. Mesti saling memahami. Positive thinking, guys! :) kalau orangtua saya punya waku 24 jam buat saya, tapi kerjaannya terabaikan? Jadinya gimana? Saya dan adik saya mau makan apa? Kalau kata papa saya sih, “sabar aja dulu.. tunggu selesai..”
Dan emang iya! Hari ini dalam berbagai kesempatan kita ngumpul bareng. Di hari minggu yang kudus ini :) Tuhan penuh kuasa, dia kumpulkan kami bersama :) Puji Tuhannya lagi, bukan cuma saya, adik, mama, dan papa, tapi barengan sepupu dan yang lainnya. Yang khas dari setiap perkumpulan kami adalah sharingtime, gaulnya sih gossip. dan….. calla&patotoai (mengejek) time :) dan korbannya siapa saja, tua muda, semua dapat giliran haha
Cukup menyenangkanlah hari ini. Terima kasih, Tuhan… :)
“Harta yang paling berharga adalah keluarga
Mutiara yang paling indah adalah keluarga…”
Tary,
Mencintai keluarganya..
coba mengerti
hanya mencoba mengerti,
dan memahami apa yang sedang terjadi
orang-orang terlihat selalu memberatkan
berpikir dan betindak dewasa.
jangan menambah beban mereka.
karena ini,
segala hawa nafsu ditahan..
apa yang dibutuhkan lebih ditekan.
terlihat seperti mengalah.
ya. memang mengalah.
terlalu sering mengalah!
pada akhirnya benar-benar kalah.
selalu menjadi pihak yang berusaha mengerti,
mereka pun terbiasa untuk tidak mau mengerti.
hanya dimengerti.
seperti sebuah tradisi. selalu terjadi.
muak? tentu saja.
masih mau mengalah? hanya belajar ikhlas.
Jumat, 26 Agustus 2011
#FlashBack
Hari ini saya libur, daripada ngerjain tugas yang merupakan rutinitas sehari-hari saya di waktu sekolah, saya memilih untuk berkeliaran di dunia maya sepanjang hari ini. Dan dunia maya yang saya tuju adalah…. Twitter! #ciee #eksis
Hari ini entah mengapa dan ada apa, masyarakat twitter lagi gencar-gencarnya ngomongin masa lalu (#FlashBack). Ada yang masa lalunya gokil, seru, mengharukan, tapi tetap saja seperti menunjukkan gejala-gejala ke-madesu-an. Tadinya saya juga niat buat ngetweet soal #FlashBack, ikut menuhin timeline mereka. Tapi,… seperti kata orang tua bijak:
“semakin sering ngetweet, semakin pengangguran anda kelihatan”
Imej inilah yang berusaha saya lepas. Gimana nggak? Tweet berjumlah 20ribuan seperti menunjukkan saya sudah nganggur 20abad -_- padahal saya inikan pelajar! Pelajar berprestasi lagi. Dambaan guru-guru. Teladan teman-teman. Yah…. Begitulah. #NoKomen #TerimaKenyataan
Oleh karena Nazaruddin sudah ditangkap itulah, saya berniat untuk berbagi masa lalu saya yang indah sangat agak suram berikut di blog madesu dan tidak menarik saya ini.
Dengan rahmat Tuhan YME, berdasarkan hasil rapat Paripurna DPR-MPR daya ingat saya, menyatakan bahwa:
#FlashBack pernah main korek api yang kayu, bikin kasur di rumah terbakar, kena gorden, dll. Saya diselamatkan mama, sedangkan api itu dipadamkan tetangga.
#FlashBack dulu masih pake obat nyamuk bakar, tiap 3ro** nya udah dibakar sama mama, apinya saya tiup biar jadi kecil, trus obat nyamuknya saya mainin sampai kena gorden lagi, segera saya kibaskan sampai padam.
#FlashBack pernah menjadikan seprei guling bolong karena terbakar
Karena masa lalu di ataslah, saya sedikit trauma dengan korek, sampai sekarang saya bahkan masih takut menyalakan korek api gas dan kayu -_-
#FlashBack dulu waktu SD punya temen cowok yang sudah SMP, cukup akrab sih. Sekarang saya SMA, dianya kuliah. Lama ga ketemu jadi kaya ga saling kenal aja u,u
#FlashBack sering diolok-olok, dianggap remeh, dikucilkan dan sebagainya yang membuat saya sangat-sangat tidak suka masa-masa kelas 7.
#FlashBack punya teman dari SD namanya neesa, firda, dan Rachel. Kalau Neesa sama Firda masih sering kontek-kontekan, cuma kalo sama Rachel uda jarang, waktu SMP ikut program aksel, sekarang dia 1 tingkat diatas saya.
#FlashBack waktu mau ambil ijazah SD, Firda izin sekolah trus ke Makassar. Karena ga punya sanak sodara disini, jadinya dia nginap di rumahnya neesa, yowes, sayanya juga ikutan nginap di sana untuk beberapa malam J
#FlashBack The best class I have ever met : 9w :D
#FlashBack selama 15 tahun saya hidup, ulangtahun saya baru dibikinin acara sekali, itupun waktu berumur sekitar setahun. Selebihnya ya gitu, kadang dirayain, sering enggak. Untung aja kalo dikasih selamat.
#FlashBack dari kecil saya ga pernah dibeliin boneka, Barbie, Winnie the pooh, dsb. Makanya, saya kurang tahu yang seperti itu. Mama tidak pernah membelikan saya barang yang lagi ngetren kala itu. Pantas saja saya cupu dan madesu. Sandal yang dibelikan mama saya bermodelkan spiderman. Jauh dari yang saya harapkan!
#FlashBack sempat masuk rumah sakit 2 bulan berturut-turut karena tifus dan diserang entah virus apa. Hari-hari saya di sana diselimuti kesedihan, sakit hati, pedih, semuanya karena saya merasa kurang diperhatikan. Membuat saya belajar tentang LOYALITAS.
Itu saja masa lalu yang teringat saat ini. Mau mengingat lebih tapi otak saya hanya memikirkan batik, batik, dan BATIK! Tugas membuat batik saya belum selesai Y,Y
Yang stress karena batik,
tary
Minggu, 14 Agustus 2011
Libur, Belajar dan Galau
Kalau libur, kangen sekolah
Kalau sekolah, kangen libur..
Hidup memang sering dilema, banyak pilihan. Sering bikin galau. Galau itulah yg menandakan kehidupan. Atas dasar inilah, rakyat twitter kemudian mengusulkan untuk menjadikan galau masuk ke dalam ciri-ciri makhluk hidup.
Entah kenapa saya menjadikan paragraf diatas pengantar postingan kali ini. Apa hubungan antara libur dan galau? Entahlah. Mama saya tak bisa menjawab.
Diagram hubungan antara galau dan libur
Jangan harap saya bisa menjelaskan diagram di atas.
Lewat postingan ini, saya mewakili kaum pelajar menyatakan dengan ini kemerdekaannya bahwa kami yang punya banyak tanggung jawab di masa depan dan beban berat di masa kini telah cukup lelah! tolong yaa.. tolong! Di mohon pengertian kaum pendidik, hendaklah memberi kami uang. tugas sewajarnya saja. Karena, pada dasarnya yang kami rindukan selama libur adalah teman-teman sekolah, bukan belajarnya. Yang membuat kami muak bersekolah adalah belajar.
Belajar penyebab global warming! Menghabiskan banyak kayu! Belajar membuang-buang waktu! Hentikan belajar! Sudah cukup romusha! Kerja rodi sudah lewat! Jangan jajah kami dengan belajar!
Akhir kata,
“belajar? Masih jaman?”
Kamis, 11 Agustus 2011
Yang Kunanti (hasil Psikotest)
Yehaaa…
Hallo semuanya! :D piye kabare? Baik tho? Aku nggak, pilek sangat-sangat menyusahkanku. I need some rest, you know lah..
Okay, I’ve got something I wanna tell all of you. It’s about.. hmmm… my test. Ehh.. my psikotest. Sebelumnya, banyak yang bilang saya bodoh, tolol, dsb. Walaupun yang bilang saya pintar, jenius, dan cerdas masih lebih banyak.. *kibas rambut* tapi tetap saja saya sering berpikir IQ saya jongkok :½dan ternyata oh ternyataaaa hasil test saya kemarin adalah…
ADALAH..
Sengaja diulang biar makin dramatis.
| Kemampuan (level IQ) | Keterangan |
| Superior, sangat cerdas. (very smart bright) (IQ 120 – 129) | Lestary mampu belajar dengan cepat dan tanpa kesulitan. Memiliki kemampuan memecahkan masalah sedikit di atas level seusianya dan bisa mesalah yang rumit sekalipun. Tentu saja perlu disadari bahwa kemampuan ini bisa berkembang bila didukung sikap-sikap yang tepay (seperti ketekunan dan latihan-latihan untuk tidak gampang menyerah) |
Bagus kan? Bagus ya? Iya dong.. but how about my friend? Teteup aja kalah. No problem haha :D sebenernya dan sesungguhnya, yang bikin saya menanti-menanti hasil ini adalah lebih ke hasil interpersonal, test talenta bawaan, dan sebagainya yang lebih mencakup profile saya. Orang yang IQnya rendah mah banyak, tapi diimbangi personal yang baik, memukau, punya kharisma, dll. Tapi menurut saya nih ya, percuma IQ 130+ kalo ternyata interpersonal saya isinya cuma:
- 1. Egois
- 2. Individualistis
- 3. Sukar bergaul
- 4. Pemalu
- 5. Pengkhianat
- 6. Penjilat
Saya malu, papa mama sodara paman bibi dan tetangga saya juga malu dong.
Setelah membaca hasilnya dengan saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, SH*T! hasilnya benar semua! Kok bisa yaaa? Padahal soal semua anak sama, pilihannya sama, itupun pilihan kuisionernya dikit bgt, tapi hasilnya beda-beda. Koookkk bisaaaaa? *mangap*
Akurat! Kalo disini dibilang cuma 80% ke-AKURAT-annya, menurut saya TIDAK! Saya malah masih nyari-nyari kesalahan hasil ini, dan.. nihil! Gatau dan kayanya gada salahnya! Ajebgile! Takjub! :x
Pas baca bagian: kelemahan-kelemahan Lestary, hal yang bisa membuat Lestary stress, dan apa yang dilakukan Lestary sewaktu stress, saya mangap lagi! Syok! Bener banget! Banget! Langsung galau…
Jadi sedih. Jadi pengen banget orang lain baca yang BAGIAN INI. Biar kalian tahu, selama ini saya itu… ah! *air mata netes* You must read it. Coba pahami ini. Ini yang sebenernya pengen banget saya bilang ke kalian, cuma ya gitu, gatau mesti ngomong gimana, serba salah, mending kalo apa yang saya omongin bisa ditangkap sama kalian :/
Sadar gasih? Sadar ga? Tolong dong.. bagian ini bagian yang paling penting yang mesti kalian baca. Bagian ini yang sangat saya perlu untuk diperbaiki. Jangan cuma baca, pahami plissss… :(
Oke, and then, dengan akhir yang membuat saya galau setengah hidup, dengan harapan saya buat kalian baca dan pahami, biar kalian ngerti dan mau bantu saya, saya bangga sebagai tipe idealis. Very very to be myself.
TODAY MY LIFE BEGINS! :D
Cenyum cemugudhh,
Tary~
Sabtu, 06 Agustus 2011
kamu ada?
matikan seluruh lampu. gelap?
tidak juga
matamu becahaya begitu terang.
diluar hujan. deras sekali.
tapi tidak dingin.
bersamamu hangat sekali.
kau ada di sini?
mereka menanyaiku keberadaanmu.
aku bilang kau ada di sini.
di hati kecilku.
apa kau benar-benar di situ?
di hatiku?
katakan sesuatu, buat aku yakin.
aku takut..
aku malu..
kau pergi?
sedih sekali.
Namaku: Sejarah dan Harapan (arti nama)
Tak kenal maka tak sayang,
Tak sayang karena tak kenalan.
Maka dari itu, perkenankanlah saya memperkenalkan diri.
Terlahir dengan nama baptis Emilia De Benedicti Lestary Jakara Barany. Tetapi yang tertera dalam akta kelahiran dan surat-surat lainnya hanyalah Lestary Jakara Barany. Biasa dipanggil Lestary atau Tary, namun orang-orang sirik memanggil saya dupezt, berasal dari hidung pesek.
Kata salah seorang, entah siapa dan darimana: “apalah arti sebuah nama?”
Nama saya penuh arti, sarat makna. Dalam nama saya ada sejarah dan harapan orangtua saya. Tersirat masa lalu, tergambarkan masa depan.
Emilia de benedicti, ala kebelanda-belandaan? Ya. Nama ini memang diberi oleh salah seorang pastur Belanda. Saya dilindungi oleh Santo Benediktus, seorang kaya yang pergi mengasingkan diri, yang telah mendirikan 12 tarekat. Beliau adalah 1 dari 3 pelindung Eropa. Seorang pemuda yang berjuang keras untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.
Lestary. Pernah mendengarkan kata lestarikan, melestarikan? Lestary dari kata lestari. Artinya, abadi. Abadi disini bukan berarti hidup selama-lamanya. Panjang umur? Amin. Tapi lebih kepada berbuat baik untuk dapat dikenang. Sehingga sekalipun raga saya tidak lagi ada, tapi karya saya tetap hidup dan berkembang.
Jakara. Ayah saya seorang advokat, ketika saya lahir ayah saya memenangkan suatu perkara. Suasana kelahiran saya masih diselimuti atmosfir kemenangan. Kejayaan. Jakara, jaya perkara. Saya diharapkan mampu mengatasi masalah sendiri, dan lebih baik lagi kalau bisa membantu orang lain mengatasi masalahnya.
“sekalipun aku tidak membuatmu tersenyum, aku membuatmu berhenti menangis.”
Barany. Inilah yang paling berat disandang. Nama keluarga (family name). Kata kakek saya, barany seharusnya ditulis baranie, tapi karena karakter ie diambil oleh Belanda, digantilah jadi y. Membacanya pun bukan barani, tetapi seperti menyebutkan dua I, baranii. Seperti namanya, karakter barany itu pemberani, pejuang, rela berkorban, berjiwa ksatria, pemimpin yang baik. Karakter itu ada dalam diri kakek dan ayah saya. Dalam diri saya? Hmm… tidak juga -_- saya masih 3M, malu malu meong. Jauh bedanya? Sekali. Ini tanggungjawab. Sudah seharusnya saya berusaha lebih lagi.
Sudah kenalan, berharap disayang.
Sekian, terima kasih.
Langganan:
Komentar (Atom)















