Halaman

Sabtu, 19 Februari 2011

Apakah Ada ?



Adakah satu kembang yang mampu hidup di lumpur ?
Adakah seseorang yang ingin hadir di hati ?
Apakah layak aku menitip harapan padamu ?
Tidakkah aku belum juga bangun dari mimpi ?

Semua yang kuinginkan
Segala yang kurasakan
Tidakkah kau sadari itu ?
Aku menyimpan sebuah rasa

Adakah sedikit ruang untukku ?
Atau pintu itu tertutup untukku ?
Begitu hinanya diriku di mata mu ?
Yaa..
Aku sadar Kau terlalu sempurna
Begitu sempurna tuk jadi milikku

Kebimbangan Hati




Langit gelap pada malam kelam
Tanpa bintang, tanpa bulan
Hati yang kini bimbang
Tanpa arah dan tujuan
Segalanya tenggelam dalam satu samudera
Terhempas ombak lautan emosi

Jiwa beku batinku pun kaku
Sesaat setelah kau alunkan kalimat itu
Kau yang telah jadi nafas hidupku
Berdiam pada belahan jiwaku
Membuatku gundah, memberiku pilihan
Kumpulkan kepingan hati,
Atau hempaskan hati yang hancur.

Rasa Ini



Apa yang kurasakan,
Kini kau rasakan pula..
Bagimu ini mampu membahagiakan,,
Tapi tidak untukku..

Rasa ini menjebakku
Mampu menggores luka yang amat mendalam
Sedalam samudera
Namun kau,,
Kau terus menggalinya

Aku bahagia mengetahui itu,
Tapi jauh dari lubuk hatiku
Aku takut.
Aku takut semuanya berubah.
Termasuk kau.

Bagaimana jika kau tahu yang sebenarnya..
Aku ini siapa, siapa, dan..
Siapa Aku ???!!

Kau mungkin tak berpaling
Tapi mereka ??
Masihkah mereka mau menoleh padaku ??
Sekedar menyapa atau melambaikan tangan padaku ??

Aku tak mau membawamu hanyut lebih jauh
Hidup lebih tertekan bersamaku
Aku tak mau itu terjadi

Tertinggal tiga batu
Permata, apung, kerikil

Carilah batu permata itu
Dia akan membawamu lebih bahagia dariku

Dan bila kau hidup dengan batu apung,
Kau terus berada di garis abu-abu.
Tertawa bersama mereka
Ataukah menangis bersamaku ?

Jangan ! jangan !
Batu kerikil itu hanya menambah penderitaanmu
Kau akan terus diinjak oleh mereka
Layaknya aku..
Aku tak akan bisa membahagiakanmu
Hanya mampu bersamamu

Yesus Pemenang


Terlelap dunia pada malam senyap
Allah Putra lahir dalam kandang gelap
Raja damai yang besar
Yesus Kristus Sang Kaisar
Bibir tergoyang sorakkan namanya,”YESUS”
Anak Ilahi berbalut lampin
Rupanya bagai bertirai kain
Angkasa melihat bintang terang
Nama-Nya beri damai kala perang
Yesus, Oh Yesus Pemenang

Musik


Ketika sepi melanda hari
Kesunyian merasuki hati
Tak mampu tuk berdiri
Tlah bosan terus berbakti

Merenungi diri harus terjadi
Karena aku kini patah hati

Tapi…
Tak pernah kusangka, hal ini terjadi
Alunan musik buatku merinding
Instrumen ini membuaiku
Membuai dalam dada slamanya
buatku seakan terbang,
terbang melayang
bagai seekor burung dan layangan

Kini kusadari sudah semua
musiklah penunjangku
dia sungguh belahan jiwaku…
dialah yang menyatukan serpihan hatiku
yang dulu pernah rapuh…

Teringatku pada guruku,
“SENI ITU MAHAL”,katanya…

Perkataannya kini telah nyata dalam diriku
Sungguh kusesali semua yang pernah terjadi..
Saat kubegitu membenci musik
Kuremehkan musik
Betapa aku tak menghargai musik

Musik…
Beriku semangat tuk berjuang,,,
Berjuang,,, dan terus berjuang
Mengejar mimpi, satu impian besar
Tanpa harus berlaku kasar
Karena musik sungguh lembut
Selembut sutra menyelimuti diri ini
Itulah music…
Inilah music…
Karena…
“CINTAKU ADALAH MUSIK”

Terima Kasih


Dari hati tulus ini
Terungkap terima kasih untuk mu
Karena segala bimbingan mu, Untuk setiap ajaranmu
Segalanya tumbuh, tumbuh, dan terus bertumbuh
Bagai rangkaian usaha dalam hidup ini

Hari-hari denganmu
Kau asa kemampuan kami
Terasa berguna, serasa hidup penuh warna

Kenangan bersamamu takkan terlupakan
Semua manis-pahit
Jalur hitam-putih yang telah terlalui
Biarlah tinggal di sini, di hati ini
Terima kasih …
Terima kasih …
Kau takkan terganti

Telah Aku Saksikan


I will be the last for you..
And you will be the last for me..

Rasanya baru kemarin kau senandungkan lagu itu ditelingaku. Kau mengusap tanganku. Kau belai rambutku dengan lembut. Kau yakinkan aku dengan semua tingkahmu. Dan kau berhasil. Aku percaya begitu saja..

Hingga tadi pagi, di taman ini aku melihatmu. Aku melihatmu bersama dia. Aku tak tahu dia siapa. Siapa dirinya, dan untuk apa dia berada disini denganmu. Yang ingin kutanyakan hanyalah: “haruskah kau memeluk dan merangkulnya sebegitu mesra?” tanpa kau jawab pun. Jawaban yang seharusnya telah aku pikirkan.

karena kebodohanku mau percaya padamu, karena ketololanku mau mendengar kata-katamu, disini aku berada kini dengan segala sakit hatiku. Dan semua karena janji palsumu. Dulu kau bilang aku yang terakhir. Namun ternyata..

AKU TERLANJUR MENYAKSIKAN SEMUANYA.

Minggu, 13 Februari 2011

14 Pedoman Hidup Manusia


1. Musuh terutama manusia adalah diri sendiri

2. Kegagalan terutama manusia adalah Kesombongan

3. Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu

4. Kesedihan terutama manusia adalah iri hati

5. Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya

6. Dosa terutama manusia adalah menipu diri sendiri dan orang lain

7. Sifat manusia yang terkasian adalah rasa rendah diri

8. Sifat manusia yang paling dapat di puji adalah semangat dan keuletannya

9. Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputusasaan

10.Harta terutama manusia adalah kesehatan

11.Hutang Terutama manusia adalah hutang budi

12.Hadiah terutama manusia adalah lapang dada dan mau memaafkan

13.Kekurangan manusia terbesar adalah berkeluh kesah dan tak memiliki kebijaksanaan

14. Ketentraman dan kedamaian manusia adalah suka berdana dan beramal


Sabtu, 12 Februari 2011

Filsafat Bolak-Balik


Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan

Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.

Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli...)

Orang kaya punya duit buat foya-foya,
tapi gak punya waktu.
Orang miskin punya waktu buat foya-foya,
tapi gak punya duit.


Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,
Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,
udah keburu tua gak ada tenaga...

Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat !!

dikutip dari sini

Rabu, 09 Februari 2011

Laki-Laki Sejati




Laki-laki sejati bukan dilihat dari kuatnya kedua kaki dan tangannya ketika menopang beban yang lebih berat dari tubuhnya,
Tapi dari kemampuannya untuk bangkit setelah ia 'terjatuh', meski ia terjatuh ditempat yang terdalam dihidupnya....

Laki-laki sejati adalah ketika ia diam, ia berpikir.
Ketika ia memandang ia mengambil pelajaran.
Ketika dia bersikap, tingkah laku dan ucapannya, menentramkan jiwa, mengajarkan kepada orang yang dia sayangi dan orang-orang disekitarnya akan indahnya hidup berdampingan, dengan penuh kasih sayang....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
Tapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
Tapi dari sikap bijaknya memahami persoalan....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
Tapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan....

Laki-laki sejati juga bukan dilihat dari keahlian beladirinya untuk menyakiti yang ia benci.
Tapi keinginan dia untuk membela dengan ilmunya..

Senin, 07 Februari 2011

Harus Bisa


Bukan dari kota besar ia berasal
Melainkan kota kecil yang sederhana
Menatap jauh ke depan
Dalam hati, ia berkata: “Aku Harus Bisa”

Meski berat ayah-ibunya berjuang
Mendorongnya tuk terus berusaha
Meski berliku jalan menuju kota
Tetap ia tempuh dengan penuh semangat
Ibunda berbisik kepadanya:
“Kamu Harus Bisa!!”

Sesampainya di kota,
Kerasnya kota besar ia dapat
Tak gentar ia berjuang
Pekerjaan ia dapat
Kaya tak kaya, yang penting layak

Bergulirnya roda kehidupan
Berkembang pesat karena usaha
Namun tantangan ya tantangan
Terus menampakkan diri didepan mata

Sempat ia dibawakan singa hutan
Dengan keyakinan ia bertahan
Mungkin di pernah salah,
Namun keteguhan hatinya menyampaikan:
“Kita Harus Bisa”

(dan siapakah dia gerangan?
Dengan penuh hormat kuperkenalkan
Beliau adalah Bpk. Lodowikus Arkadius)

*puisi ini merupakan riwayat singkat perjalanannya.

Aku Lelah


kau berhak menyampaikan pendapatmu. Kau berhak mengkritik. Kau berhak mendidik kami. TAPI KAMI PUN BERHAK MENDAPAT PERASAAN NYAMAN, PERASAAN AMAN ! tapi apa yang kami terima? Ketakutan.
Stop berbicara mengenai kami, karena akupun tak cukup tau perasaannya. Berfokuslah pada aku. HANYA AKU SEORANG. Apa yang kurasakan saat ini??
Aku takut. Aku merasa dikelilingi kuasa kegelapan. Semuanya seakan berteriak-teriak didepan mata, di samping telinga, dan kata-kata mereka seakan MENEMBUS JANTUNGKU. Dan ternyata bukan khayalanku, itu semua memang terjadi. INI KENYATAAN. Seperti ada perang yang sedang terjadi di sini. Perang kecil-kecilan, namun amat menguras konsentrasiku.
Yang ingin kutanyakan padamu: Mengapa ketika aku marah, kau balik memarahiku? Ketika aku sedih, kau malah membuatku semakin menangis? Ketika aku membutuhkan dukungan, kau malah berusaha menjatuhkanku. MENGAPA? Apa itu semua karena kau benar-benar ingin membunuhku? APA IYA BENAR?!
Dulu, aku berusaha memaklumi. Aku pikir kau hanya sedang berada pada puncak emosimu yang sedang tak terkendali. Aku pikir itu hal yang biasa. Namun kini, AKU LELAH !! bahkan ketika aku berada pada posisi yang sama sepertimu, kau bahkan tidak pernah mencoba memahami posisiku. KAU TIDAK PEDULI PADAKU.
Yang ingin aku sampaikan: Jika kau melihatku seperti ini. Jangan heran. KARENA ITU KUDAPATKAN DARIMU.