Halaman

Jumat, 24 April 2015

Ada seorang pria yang menghampiriku. Tiba-tiba ia merangkulku penuh manja. Tanpa kata, aku hanyut dalam pelukannya. Nafasku sempat tertahan kala hidungku berbenturan dengan dadanya. Beberapa kali ia merapikan rambutnya dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tiada pernah pergi dari bahuku.
Beberapa saat aku masih bertahan dalam bentengku. Melindungi diri dari sakit hati yang bisa saja terjadi. Tapi aku tak kuasa, aku goyah. Ada kasih yang kurasakan. Aku melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Kembali membenamkan diri dalam dadanya. Hingga aku terlelap..
Begitulah mimpiku semalam.

18 April 2015, ditulis dalam perjalanan menuju Cipanas, Bogor.

Senin, 20 April 2015

Curahan Hati tentang Ibadah

Selama dua belas tahun masa sekolah, aku terbiasa melakukan kegiatan yang disertai ritual agama Katolik. Wajar saja. Toh aku memang menempuh pendidikan di Yayasan Taman Tunas dan Yayasan Yesus Maria Yosef. Semasa itu aku dididik untuk berdoa sebelum makan, apel pagi sebelum berkegiatan, misa setiap bulan, dan mengaku dosa ketika menjelang hari raya tertentu. Semuanya dilaksanakan sesuai tatacara agama Katolik. Meski di sekolah Katolik, aku tetap memiliki teman-teman yang beragama lain. Hal yang membuatku senang adalah pihak sekolah yang selalu memberikan ucapan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain. Toleransi. Aku belajar tentang toleransi.

Sekarang, demi meraih cita-cita, aku menempuh pendidikan di sekolah negeri untuk pertama kalinya. Sebenarnya ini terasa biasa saja. Tak banyak hal yang berubah sampai Natal dan Paskah tiba. Aku benar-benar kehilangan atmosfir pra-natal dan masa puasa. Di situ aku sadar, aku merindukan masa-masa sekolah di sekolah Katolik. Hal yang paling membuatku sedih adalah tidak adanya ucapan selamat hari raya dari kawan-kawan sekampusku. Mulai dari paguyuban, teman sepermainan, kepanitiaan, organisasi dan sebagainya, tidak ada ungkapan kebahagiaan dari mereka. Ini adalah hal kecil yang sudah kupelajari sejak di bangku sekolah dasar. Bahwa kita perlu menghormati agama lain misalnya dengan memberikan ucapan selamat kepada mereka. Tapi itu tidak kurasakan di sini.

(Tulisan ini tertunda dua malam. Ketika penulis membuka halaman yang sama, ada sepenggal kalimat yang belum usai. Namun tak dilanjutkannya lantaran lupa apa yang hendak ia sampaikan. Meski begitu, gadis ini keukeuh menerbitkannya sebagai suatu postingan blog... Penulis menyadari sikapnya yang sering sekali menganggap suatu pekerjaan selesai. Seperti kali ini. Selesai)

Kamis, 16 April 2015

Kali ini aku jatuh cinta pada yang sederhana
Alunan piano dan suaramu yang saling beradu merdu
serta jantungku yang ikut berdentum
meski berantakan dan seenaknya
aku tetap ingin tergabung dalam harmonimu..

Kali ini aku mencoba menjadi sederhana
siapatau kamu pun pemuja kesederhanaan.
Pelan-pelan kutinggalkan isyarat
ku melangkah ...

(bersambung)

Minggu, 12 April 2015

Celoteh Minggu

Sudah tiga hari ini aku selalu bangun dalam keadaan kelelahan. Mimpi buruk menyerangku berkali-kali. Sekali aku mimpi dianggap mata-mata dan ditawan oleh sekelompok orang. Kemudian aku berusaha kabur sehingga dikejar-kejar oleh mereka. Ada juga mimpiku yang melihat mayat bergelantungan di pohon. Ini sungguh menyeramkan. Dalam tidurku, aku ketakutan.
Mungkin aku bermimpi buruk karena melupakan banyak hal. Misalnya, doa. Tapi tidak juga, sebelum tidur, aku membiasakan diri berdoa agar tidur nyenyak atau setidaknya aku membuat tanda salib. Apakah mungkin itu penyebabnya? Saking terbiasanya aku berdoa menyebabkan aku tidak berdoa sungguh-sungguh? Aku berkata-kata dalam hati tapi tidak benar-benar memaknainya?

Barusan kutelpon mamaku dan bercerita tentang mimpi itu. Kata mama, mungkin aku kelelahan. Tapi memangnya apa yang telah kulakukan? Karena jika kutengok ke belakang, terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Setiap hari ada saja deadline yang harus kupenuhi. Aku stress dengan semua itu tapi ragaku tidak mengerjakan apa-apa. Aku merasa tidak produktif dan tidak bekerja secara efektif. Setelah kupikir-pikir lagi, pantas saja aku bermimpi dikejar-kejar sekelompok orang.

Berbicara mengenai produktivitas, aku teringat pada satu hal yang ingin kuceritakan sejak beberapa hari yang lalu, yaitu kejayaan masa lalu. Di (nyaris) 3 bulan pertama perkuliahan semester ini, aku melihat adanya degradasi yang terjadi pada diriku sendiri. Aku tahu aku tak boleh membandingkan diriku pada orang lain, tapi.... Okay, aku akan membandingkan diriku dengan harapanku saja. Aku masih jauh dari yang kuharapkan.

Bila aku bercermin pada Tary yang dulu, aku melihat sosok yang masih terperangkap kejayaan masa lalunya. Seorang gadis yang masih saja terkurung dalam rasa bangga padahal waktu berleha-leha itu sudah habis. Ada sosok yang menurun kualitasnya, tetapi harganya semakin mahal. Kamu tahu maksudku, sosok yang sombong dan berpuas diri. Bukannya Tary selalu ingin lebih? Bukan berpuas diri dong? Iya, ia ingin lebih baik lagi, tetapi usaha yang ditunjukkannya nihil. Itu sama saja berpuas diri.

Pekerjaan rumah aku kini semakin banyak saja. Selain tugas kuliah, tugas organisasi, tugas kepanitian, ada tugas mereparasi batin lagi. Pikiran yang seringkali tidak fokus ini perlu dibimbing agar bisa semakin sistematis dan tepat sasaran. Di saat yang sama, kreatifitas perlu semakin diasah agar semakin tajam.

Kamu lihat kan? Kualitasnya berubah, semakin buruk padahal.

Rabu, 01 April 2015

Tuhanku, Aku Mohon

Terima kasih kuucapkan pada Tuhanku.Sepanjang hidupku hingga saat ini telah banyak yang kuperoleh. Bukan semata-mata karena perjuanganku, melainkan karena belas kasihMu.

Sekarang ini, aku mau meminta lagi. Semoga Tuhanku tidak bosan-bosan dan masih mau menerimaku. Aku takut. Aku khawatir. Aku gelisah. Untuk sesuatu yang sebenarnya tak pernah ingin aku pikir dan ceritakan.

Tuhanku, lingkupiku selalu.