Sudah tiga hari ini aku selalu bangun dalam keadaan kelelahan. Mimpi buruk menyerangku berkali-kali. Sekali aku mimpi dianggap mata-mata dan ditawan oleh sekelompok orang. Kemudian aku berusaha kabur sehingga dikejar-kejar oleh mereka. Ada juga mimpiku yang melihat mayat bergelantungan di pohon. Ini sungguh menyeramkan. Dalam tidurku, aku ketakutan.
Mungkin aku bermimpi buruk karena melupakan banyak hal. Misalnya, doa. Tapi tidak juga, sebelum tidur, aku membiasakan diri berdoa agar tidur nyenyak atau setidaknya aku membuat tanda salib. Apakah mungkin itu penyebabnya? Saking terbiasanya aku berdoa menyebabkan aku tidak berdoa sungguh-sungguh? Aku berkata-kata dalam hati tapi tidak benar-benar memaknainya?
Barusan kutelpon mamaku dan bercerita tentang mimpi itu. Kata mama, mungkin aku kelelahan. Tapi memangnya apa yang telah kulakukan? Karena jika kutengok ke belakang, terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Setiap hari ada saja deadline yang harus kupenuhi. Aku stress dengan semua itu tapi ragaku tidak mengerjakan apa-apa. Aku merasa tidak produktif dan tidak bekerja secara efektif. Setelah kupikir-pikir lagi, pantas saja aku bermimpi dikejar-kejar sekelompok orang.
Berbicara mengenai produktivitas, aku teringat pada satu hal yang ingin kuceritakan sejak beberapa hari yang lalu, yaitu kejayaan masa lalu. Di (nyaris) 3 bulan pertama perkuliahan semester ini, aku melihat adanya degradasi yang terjadi pada diriku sendiri. Aku tahu aku tak boleh membandingkan diriku pada orang lain, tapi.... Okay, aku akan membandingkan diriku dengan harapanku saja. Aku masih jauh dari yang kuharapkan.
Bila aku bercermin pada Tary yang dulu, aku melihat sosok yang masih terperangkap kejayaan masa lalunya. Seorang gadis yang masih saja terkurung dalam rasa bangga padahal waktu berleha-leha itu sudah habis. Ada sosok yang menurun kualitasnya, tetapi harganya semakin mahal. Kamu tahu maksudku, sosok yang sombong dan berpuas diri. Bukannya Tary selalu ingin lebih? Bukan berpuas diri dong? Iya, ia ingin lebih baik lagi, tetapi usaha yang ditunjukkannya nihil. Itu sama saja berpuas diri.
Pekerjaan rumah aku kini semakin banyak saja. Selain tugas kuliah, tugas organisasi, tugas kepanitian, ada tugas mereparasi batin lagi. Pikiran yang seringkali tidak fokus ini perlu dibimbing agar bisa semakin sistematis dan tepat sasaran. Di saat yang sama, kreatifitas perlu semakin diasah agar semakin tajam.
Kamu lihat kan? Kualitasnya berubah, semakin buruk padahal.