Halaman

Jumat, 12 Desember 2014

Jumat Malamku

Malam ini aku tertarik untuk menulis tentang apa saja. Mari kuawali dengan kegiatanku hari ini saja. Aku bangun di pagi hari dengan perasaan masih mengantuk, padahal tidurku terbilang cukup. Sangat cukup malahan bila dibandingkan dengan teman-temanku yang lain yang rela begadang untuk belajar persiapan UAS Pengantar Ekonomi 1. Seringkali aku merasa iri pada mereka yang memiliki tekad yang luar biasa dalam belajar dan mengasihani diriku sendiri karena di saat seperti ini masih terperangkap dalam lingkaran setan yang bernama kemalasan.

Setelah melaksanakan ujian dari siang hingga sore, aku mengerjakan tugas akhir di perpustakaan fakultas. Sepanjang hari ini aku berjalan dan mengamati, aku diam dan mengamati, aku mengamati dan terus mengamati...

Aku berpapasan pada beberapa orang, saling kenal tapi tak saling sapa. Mengapa bukan aku yang mulai duluan? Malu. Aku terlalu pemalu dan sungkan untuk memulai. Mungkin dengan ini orang-orang akan berpikir bahwa aku sombong dan galak hahahaha tapi ini memang sesuatu yang sejak dulu selalu saja menjadi penghambat pengembangan diri.

Sepulangnya dari kampus aku menghabiskan waktu sedari sore tadi di tempat tidur, bukannya mengerjakan tumpukan tugas akhir, aku malah mendengarkan musik dan bermain di social media. Lalu apa yang kuperoleh? Inspirasi. Antusiasme. Keinginan lebih. Harapan bahwa semua yang kusebut barusan bukan sekadar wacana.

Perlu kuakui, menghadiri seminar dan talkshow menjadi kesenangan sendiri bagiku. Aku dengan mudahnya merasa kagum pada pembicara dan merasa pengetahuanku bertambah. Perasaan itu terus terjaga sampai pada saat aku merasa aku terlalu terlena. Aku merasa telah melakukan suatu perubahan, padahal tidak. Ini ibarat sedang berlari di tempat.

Beberapa jam yang lalu, aku menghabiskan waktuku dengan bernyanyi sesuka hati (bukan sesuka kuping pendengar). Ku senandungkan beberapa lagu yang mengundang kembali kenangan manis. Kenangan yang membuatku rindu.

Huft. Aku rindu masa-masa itu. Ketika aku berjalan di koridor sekolah bersama Jurin, Agit, Menel, Ayu, dan lain-lain. Ketika semua orang yang kulalui menyapa kawanku, "Hai Agit!" "Pagi, kak Agit!" begitu seterusnya..dan aku berada di sebelahnya seperti bayangan. Aku rindu saat kami bernyanyi dengan petikan gitar. Saat kami selfie dan foto sebanyak mungkin. Saat H-7 UN kami selalu foto sekelas dengan seragam di podium. Saat aku menonton pertandingan PORSENI. Saat aku datang sekolah pagi hari dan menghirup oksigen bumi rajawali. Kuingat betul pemandangan depan kelas yang bertuliskan: Perpustakaan Rajawali. Aku rindu Farewell Before Sunrise. Aku rindu liburan setelah UN kemarin. Aku rindu menjelajahi kota orang bersama teman-temanku. Aku rindu merasakan kupu-kupu di perutku.
Apa malam ini berakhir rindu?


Mahasiswi yang dikejar-kejar deadline tugas akhir,
selamat malam! 

Tidak ada komentar: