Halaman

Selasa, 18 Januari 2011

Over Obsession

Kenyataan yang ada memang terkadang sangat menyakitkan. Tak sesuai harapan. Bahkan tentang hal yang sangat kau yakini sekalipun.

Saat kau mengenal seseorang dan orang tersebut dapat dengan mudah menanamkan pengaruhnya terhadap dirimu, terkadang kaupun meyakini bahwa kaupun telah mempengaruhi hidupnya.

Hal ini terjadi bukan tanpa sebab. Salah satu penyebabnya mungkin karena kau salah mengartikan semua sikap orang itu. Kau keGE-ERan. Obsesi untuk mempengaruhi, berteman, bahkan memiliki seseorang berkobar secara berlebihan. Secara tak wajar. Semuanya menjadi mayoritas hal yang kau pikirkan.

Akibatnya, kau menjadi bingung dengan diri sendiri. Kau merasa amat bodoh bersikap begitu baik, manja, seakan-akan kau benar-benar telah menjadi bagian penting bagi orang lain. Terkadang kaupun menyesal pernah mengenalnya. Rasa sesal, bersalah, dan bimbang itu terus tumbuh dan berkembang menjadi suatu kegalauan.

Perkataanmu Masa Depanmu

-Kau-

Harusnya kau tahu arti dari setiap perkataanmu. Karena dengan mengetahui artinya, kau seharusnya berhati-hati. Tidak berkata SEMAUMU !!

Sekarang apa yang akan kau lakukan setelah perasaan seseorang telah tersakiti? Meminta maaf? Menyesal? Dan berjanji tak akan mengulanginya lagi??
Yah. Itulah kebiasaanmu.

Yang ingin kusampaikan padamu: “INGAT !! perkataanmu masa depanmu !!”

-Aku-

Tidak hanya kau, aku juga sedang dalam penyesalan. Menyesali banyak hal, termasuk tentang kau. Aku menyesal telah pernah mendengar kata-katamu yang AMAT menyakitkan.

Yang sekarang kulakukan hanyalah mengalihkan pikiranku. Aku tak ingin lagi berfokus terhadap hal-hal tentangmu yang telah banyak merusak diriku. Tentang masa lalu yang amat menyakitkanku.

Dulu, aku selalu berharap dapat menghindari masa laluku. Namun ternyata aku tak bisa dan tak akan pernah bisa. Kini, aku selalu waspada, semoga aku punya keberanian untuk menengok ke belakang untuk melompat maju kedepan.

Kenangan Terindah

Empat hari tiga malam waktu yang sangat singkat untuk melukiskan kisah menarik, seru, menyenangkan, dan mengharukan. Kisah tersebut dilukiskan di Panti Semadi, Malino. Sejak 12 Januari – 15 Januari 2011.

Banyak pelajaran dari setiap pengalaman, lahir penyesalan dari banyak tindakan, semuanya diciptakan untuk membuat saya belajar memaknai kehidupan. Pertemuan yang diawali dengan penuh semangat, mata berbinar, dan senyum yang terus bersinar, memberi pengaruh positif untuk selanjutnya.

Tak kenal maka tak sayang. Saya, kamu, kita sekalian mulai mencoba mengenal setiap pribadi yang ada. Kita berusaha membangun relasi. Relasi dengan diri sendiri melalui symbol diri, relasi dengan sesama, relasi dengan Tuhan, dan relasi dengan alam. Dan memang benar, setelah saling mengenal, rasa sayang itupun tumbuh dan berkembang.

Perasaan yang mempersatukan kita, perasaan yang seakan memudarkan segala perbedaan yang ada. Perasaan yang membuatmu sadar akan banyak hal, hal konyol sekalipun. Satu fakta yang tidak begitu menarik namun berarti, yaitu kita (beberapa dari kita mungkin) dapat hidup tanpa HP selama ± 4 hari 3 malam. Kita menyingkirkan hiburan, mengisi hari-hari dengan hal yang lebih penting dari nge-tweet, chatting, dll. Kita belajar menghargai waktu, berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan lewat semua ciptaannya (diri sendiri, orang lain, dan alam).

Namun benar kata pepatah. Ada waktu tuk berjumpa, ada waktu tuk berpisah. Dan itulah yang terjadi. Waktu kita untuk bersama-sama ditempat ini telah berakhir. Terbersit kesedihan yang amat mendalam di hati, hingga air mata yang menetes pun tak lagi terkendali. Air mata ini adalah air mata pertahanan. Saya mencoba mempertahankan yang telah terjadi sebagai kenangan. Kenangan yang terindah.

“Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu                                   
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang tlah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah”