Halaman

Kamis, 16 September 2010

"Sr. Theresia dan Sr. Imakulata"

Ketika ku berjalan menulusuri jalan setapak
seorang menepuk pundakku
aku menoleh, aku terkejut melihatnya
begitu indah rupanya

dia menyapaku, tersenyum padaku
senyum hangat penuh makna
begitu mempesona

dia lalu menuntunku
membimbingku melalui jalan setapak tadi
kami berjalan bergandengan

dia yang telah menikmati asam manis hidup
berbagi banyak hal terhadapku
bukan sekedar guru
tidak hanya seorang kepala
lebih dari itu, Dia adalah orang berharga bagiku
Dia adalah Sr. Theresia
Seorang yang telah  menggores sebuah kisah dalam hidup

Setelah sekian lama menelusuri jalan setapak bersamanya
Kami bertemu seseorang lagi

Melihat binar-binar matanya
Merasakan aura kasih miliknya
Membuatku merasa nyaman berada di dekatnya

Tak lama setelah itu,
Aku mengerti maksud kehadirannya
Dialah yang akan menuntunku menelusuri jalan setapak ini
Mengikuti skenario kehidupan

Kini,
Telah hadir seorang pelukis baru
Seseorang yang akan menggores kembali
Kejadian penting dalam hidup

Lukisan lama itu tetap terpajang
Meski sang pelukis tidak lagi di sampingku
Karena Dia dan kenangan bersamanya
Tetap berada di hati

Terima kasih atas lukisan itu
Lukisan yang bercorak dan penuh warna

Selamat datang Sang Pelukis baru
Lukislah hidupku dengan kasihmu

Tidak ada komentar: