Masuk Rumah Sakit untuk kedua kalinya. Sebenarnya ini yang ketiga kalinya. Pertama, ketika SD dimana saya didiagnosa sakit DBD, eh ternyata hanya alergi cuaca. Kedua, bulan lalu, beberapa hari setelah ujian MID usai. Dan ketiga (saya harap ini yang terakhir), pada tanggal 12-11-10 (12 November 2010). Hanya selang 2 minggu setelah saya keluar RS bulan lalu.
Bulan lalu saya divonis terkena Tifus. Yah begitulah, orang-orang terus-terusan menyarankan saya agar banyak istirahat dan tidak kelelahan. Tapi saya tetap berterima kasih karena perhatian kalian J :* dan karena telah pernah menderita tifus, saat masuk RS kembali, kami mengira tifus saya kembali kambuh.
Saya diantarkan ke RS Stella Maris karena demam yang naik turun. Saat dirumah suhu badan saya mencapai 40,4 0C. saat diperjalanan demam saya mulai turun. Sesampainya di IGD (Instalansi Gawat Darurat) saya akan dipasangkan infus. Tangan kiri saya nadinya tidak kelihatan, makanya dipindah ke tangan kanan. Tapi tangan kanannya harus dikorek (bahasa medisnya apa ya ?? -.-) baru kelihatan.
Setelah itu, karena tak mampu untuk berdiri lama apalagi jalan, saya diantar ke kamar dengan menggunakan kursi roda. Kamar saya ada dilantai 3 karena itu kami harus naik lift. Sesampainya di kamar, saya berniat istirahat. Namun karena tak bisa tidur, saya berusaha meraih ponsel saya, hal yang kemudian saya lakukan adalah membuka Facebook & Twitter. Sekedar ingin mengetahui kabar teman-teman saya. Saya lalu terlelap … =,=
Hmm, waktu berlalu. Setelah hasil laboratorium keluar, ternyata tifus (-) trombosit saya turun menjadi 139.000 ml (setahu saya 139 tapi ga tau 139 apa, hehe). Tapi DBD juga (-). Saya merasa mual, terus-terusan muntah, apalagi setelah minum air, padahal trombosit saya turun. Keesokan harinya trombosit saya turun lagi menjadi 100.000 ml. saya lalu diminumkan berbagai obat tradisional, mulai dari beras merah cina (dari cina beneran emang ?? haha), jus pir+buah merah, sari buah kurma, dan air kelapa. Andatahu perasaan saya saat itu ?? PENGEN MUNTAH !! -,- setelah minum minuman memuakkan itu, badan saya jadi merah, ibu saya dan salah seorang perawat mengatakan bahwa saya terkena sarampa (salah satu jenis campak), saya pun diminumkan kusumba teratai. Benar-benar menyiksa saat-saat seperti itu.
Saya kembali tes darah dan hasilnya trombosit saya meningkat jadi ± 400.000 ml hampir 500.000 ml. benar-benar peningkatan. Setelah tes darah dan urin dan hasilnya adalah baik-baik saja, hanya saja ditemukan ada infeksi. Namun dimana letak infeksi itu tidak diketahui. Dokter lalu meminta agar saya di foto. Setelah paru-paru saya difoto, hasilnya juga baik-baik saja. Kami lalu teringat bahwa saya pernah di”gurah” (pengeluaran lendir lewat mulut), saya pun di consult ke dokter THT. Ternyata, selama ini saya tidak mengidap sinutisis, saya hanya terkena alergi dan sekarang saya dilarang makan makanan instant + vitsin.
Semua hasil tes baik. Tak ada masalah yang serius. Dokter lalu mengdiagnosa bahwa saya terinfeksi virus (virus apa dan dimana tidak diketahui) maka untuk melawannya saya harus banyak makan, agar ‘komplotan virus’ dapat terkalahkan HAHAHA :D
Dengan semangat yang ogah-ogahan saya berusaha untuk makan. Alhasil, saya pun boleh keluar dari RS. Dokter hanya berpesan untuk berobat jalan dan jaga kesehatan. Siipp, pak dokter !! J
Akhirnya, saya dapat menghirup udara bebas ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar