Halaman

Jumat, 05 November 2010

Bulan Iri pada Bintang

Bulan dan bintang,
Mereka hadir bersama dalam gelap malam.
Namun manusia seakan tak adil terhadap bulan.
Bintang bersinar terang, kerlap-kerlipnya seakan memberi harapan.
Dan bulan pun tahu akan hal itu.
Dia tahu bahwa banyak yang menanti keindahannya,
Tapi keindahan bintang jauh lebih dinantikan.

Saat ini saya berada pada posisi bulan. Terkadang saya memang harus menyadari bahwa saya tidak seperti mereka yang punya banyak uang dan penampilan menarik. saya tahu saya punya banyak teman, saya tahu beberapa dari mereka mengagumi keunggulanku. Tapi saya juga ingin mereka tahu bahwa saya juga merasa iri pada mereka. Sangat iri malah L
Sama seperti saat ini, saat saya tertarik dengan teman laki-laki saya. Saya tahu berapa hal tentangnya : orangtua, alamat, handphone, akun jejaring sosial, teman-temannya, mantan pacarnya, dan bahkan orang yang dia sukai. Cukup banyak bukan ?? saya senang punya teman sepertinya. Dia supel, anaknya gaul, enak diajak ngobrol, ramah, cerdas, termpil, dan berwibawa … haha :D (kacau nih !!) saya juga merasa punya kelebihan mulai dari yang biasa saja sampai bakat yang menarik.
Namun ketika mendengar seberapa antusiasnya dia bercerita tentang anak perempuan yang dia sukai, semuanya seakan berubah. Setiap hari yang saya lakukan hanyalah membandingkan diri saya dengan anak perempuan itu. Apakah saya lebih menarik dari dia ?? seberapa banyak harta yang saya miliki ?? punyakah saya suatu hal yang disebut ‘keterampilan’ ?? mampukah saya untuk berolahraga brsamanya ?? yang terakhir, apakah saya jauh lebih baik dari dia ??
Dan jawaban dari semua pertanyaan itu : TIDAK. Saya tidak cantik. Bagaimana mungkin saya menarik? Saya tidak punya banyak harta. Saya bahkan harus berpikir lama, jika teman-teman saya meminta untuk menraktir mereka makan. Keterampilan? Apakah mengelabuhi banyak orang termasuk keterampilan? Saya senang MELIHAT orang berolahraga. Tapi tidak untuk berolahraga. Nilai Pendidikan Jasmani di rapot bahkan hanya berkisar 75-80. Jadi, saya tidak lebih baik dari dia.
Dia gadis yang cantik, menarik, dan multitalent. Tak heran jika banyak anak pria yang menyukainya. Dan banyak gadis seperti saya yang iri dengannya. Pada akhirnya, saya pun merasakan apa yang dirasakan bulan itu.
Seperti sang rembulan, saya tahu bahwa ada orang lain yang lebih menarik untuk dinantikan. Orang itu memberi harapan seperti bintang. Mungkin saya tak pernah memberi mereka pencerahan dan pengharapan bagi mereka sehingga mereka hanya menyadari kehadiran saya, saat sang bintang tak terlihat.

Tidak ada komentar: