Halaman

Sabtu, 18 September 2010

Awal yang Belum Berakhir

Kata siapa tak ada manusia yang sempurna? bagiku, senyumnya secerah mentari pagi hari, tutur katanya bagai kicauan burung merpati, dia berjalan selayaknya para selebriti. begitu sempurna. sangat mengagumkan. Darryl Septino. dia memberiku tujuan hidup.

Pagi itu hari pertama masuk sekolah. SMP Karimun Yamaha, sekolah yang dipilih ayah-ibuku. Semoga itu pilihan yang tepat, pikirku saat itu. Berjumpa dengan Darryl Septino, awalnya biasa saja. tidak ada yang istimewa.

Setiap hari bertemu dengannya memberi warna yang berbeda di hatiku. Badan yang atletis, jiwa seni yang natural, otak yang jenius, kurasa itu semua sudah lengkap untuk menjadikanku merasa kagum padanya.

Aku mencoba untuk menceritakan apa yang kurasakan pada teman-teman terdekatku. saran yang mereka berikan sangat-sangat sulit tuk kulakukan. "Mencari perhatianny !!" , demikian kata mereka. merasa tertantang akupun mencobanya. Tapi ada satu hal yang kusadari belakangan, tanpa dicari perhatiannya pun menghampiriku.

Hidupku semakin berwarna karena kehadirannya. Namun semuanya tak berlangsung lama, ketika lahir satu keputusan besar, yang sangat menyakitkan. dia harus pindah. Dia pergi bukan berarti kenangan indah bersamanya juga harus hilang.

Darryl Septino, ingin sekali aku menyampaikan padamu : "Aku senang pernah mengenalmu, aku bangga memiliki teman seperti dirimu. Jangan lupakan aku !! :( "

Sekalipun dia pindah dan kami jarang berkomunikasi lagi, kisah kami belum berakhir, takkan berakhir sebelum kehidupan di bumi juga berakhir.

Hanya ada satu aku dalam dunia ini. dan dulu, aku sempat berfikir untuk menjadikan duniamu hanya untukku.

Tidak ada komentar: