Halaman

Kamis, 22 Januari 2015

#WhatIRead 2015 : Travel Young


Judul: Travel Young
Penulis: Alanda Kariza
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: I, 2014
Tebal: x+190 Halaman


Masih teringat di benak saya saat pertama kali membaca buku karangan Alanda Kariza, Dream Catcher, di bangku SMA. Buku tersebut menunjukkan sudut pandang yang berbeda dalam melihat keadaan pemuda Indonesia. Dream Catcher menjadi salah satu referensi artikel saya dalam mengikuti Parade Cinta Tanah Air 2012. Puji Tuhan kala itu saya berhasil lolos ke tingkat nasional. Di babak nasional, peserta diminta untuk mempertanggungjawabkan tulisan mereka. Saat itu, salah satu juri dari Kementrian Pertahanan Republik Indonesia bertanya pada saya, "Dari mana kamu mendapat inspirasi?". Kira-kira (saya tidak ingat persis kalimat yang saya gunakan) beginilah saya menjawab, "dari buku Dream Catcher yang ditulis oleh Alanda Kariza. Saat ini orang-orang terlalu melihat sisi negatif dari anak muda, seperti tawuran, pergaulan bebas, narkoba, dsb. Padahal hal semacam itu bukan baru ada sekarang tapi sejak dulu. Berita-berita semacam itu seolah lebih 'menjual' daripada anak Indonesia yang menjuarai lomba paduan suara internasional, olimpiade internasional, menciptakan robot, dsb." Opini yang saya uraikan dalam tulisan berjudul "Energi Positif Anak Muda Produktif" bisa dibilang cukup berbeda dengan apa yang disajikan peserta lain dalam tulisan mereka (bisa dilihat di 

Keikutsertaan saya dalam PCTA 2012 membuka mata saya bahwa apa yang telah saya raih belumlah seberapa. Di atas langit masih ada langit. Misalnya saja, Alanda Kariza yang ketika berusia seperti saya telah mengikuti konferensi internasional. Buku Dream Catcher-lah yang mengenalkan saya pada sosok Alanda Kariza dan Indonesia Youth Conference. Kekaguman saya pada wanita introvert yang satu ini mendorong saya untuk menikmati karyanya yang lain yaitu Travel Young.

Travel Young lebih dari sekadar buku yang memberi tips traveling. Buku ini berisi kisah Alanda dalam melakukan perjalanan. Terdapat pula hasil wawancara dengan beberapa orang yang tak kalah inspiratif. Semuanya dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ilustrasi menarik. Hal yang paling saya sukai adalah kutipan-kutipan percakapan antara penulis dan orang-orang yang ia temui selama menjelajah.

Buku ini menyampaikan banyak hal baik untuk dipelajari, misalnya tentang kedewasaan, bersikap rendah hati, melakukan sesuatu bukan untuk menarik perhatian, terus berkarya, tidak malu untuk meminta bantuan ketika membutuhkan begitupun sebaliknya, dan masih banyak lagi. Travel Young kembali mengingatkan saya pada impian untuk berpetualang dan belajar. Untuk berbagi pada sesama. Selanjutnya, saya perlu melatih diri untuk tidak terpaku pada hambatan-hambatan untuk melakukan sesuatu perjalanan. Hendaklah saya menjadi  seorang dewasa muda tanpa perlu 'membunuh' anak kecil dalam diri saya.

Terakhir, inilah salah satu kutipan yang menampar pikiran saya,

"Saya tidak ingin ia menjadi tempat saya untuk pulang. Saya ingin dia menjadi teman perjalanan saya."
(hlm 113)

Aku ingin segera berpetualang. Bersama.

Tidak ada komentar: