Penulis: Alanda Kariza
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: I, 2014
Tebal: x+190 Halaman
Keikutsertaan saya dalam PCTA 2012 membuka mata saya bahwa apa yang telah saya raih belumlah seberapa. Di atas langit masih ada langit. Misalnya saja, Alanda Kariza yang ketika berusia seperti saya telah mengikuti konferensi internasional. Buku Dream Catcher-lah yang mengenalkan saya pada sosok Alanda Kariza dan Indonesia Youth Conference. Kekaguman saya pada wanita introvert yang satu ini mendorong saya untuk menikmati karyanya yang lain yaitu Travel Young.
Travel Young lebih dari sekadar buku yang memberi tips traveling. Buku ini berisi kisah Alanda dalam melakukan perjalanan. Terdapat pula hasil wawancara dengan beberapa orang yang tak kalah inspiratif. Semuanya dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ilustrasi menarik. Hal yang paling saya sukai adalah kutipan-kutipan percakapan antara penulis dan orang-orang yang ia temui selama menjelajah.
Buku ini menyampaikan banyak hal baik untuk dipelajari, misalnya tentang kedewasaan, bersikap rendah hati, melakukan sesuatu bukan untuk menarik perhatian, terus berkarya, tidak malu untuk meminta bantuan ketika membutuhkan begitupun sebaliknya, dan masih banyak lagi. Travel Young kembali mengingatkan saya pada impian untuk berpetualang dan belajar. Untuk berbagi pada sesama. Selanjutnya, saya perlu melatih diri untuk tidak terpaku pada hambatan-hambatan untuk melakukan sesuatu perjalanan. Hendaklah saya menjadi seorang dewasa muda tanpa perlu 'membunuh' anak kecil dalam diri saya.
Terakhir, inilah salah satu kutipan yang menampar pikiran saya,
"Saya tidak ingin ia menjadi tempat saya untuk pulang. Saya ingin dia menjadi teman perjalanan saya."
(hlm 113)
Aku ingin segera berpetualang. Bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar