Halaman

Selasa, 27 Januari 2015

rasa tak terbalas

tak tahan lagi
jadi kuladeni saja
pertahananku goyah
dan egoku menyingkir
walau hanya sesaat..

satu pernyataan dibalas pertanyaan
setelah itu tak ada lagi
basa basi sekalipun

momen yang sangat singkat
tapi mengundang kembali kenangan
merajut kembali benang merah
lalu jarum itu menimbulkan luka

lagi.
lagi.

apa aku satu-satunya yang mengingat?
sebegitu berartinya kah ini untukku
hingga rincian terkecil pun tak ingin kulewatkan?

apa rasa ini sungguh tak layak untuk dibalas?
tak bisakah kau menoleh padaku sebentar saja?

h.


apa yang sedang kuperjuangkan?

akhir yang bahagia
bagi rindu yang tak tertahan.

Tidak ada komentar: