setiap malam, sebelum tidur
sama saja
membuka lembar buku yang serupa
sampul kulit hitam dari Universitas Indonesia
isinya...
agenda, pun catatan harian
ringkas dan tak jelas
meratapi hal yang tak berbeda
waktu dan kecepatan lajunya
bersama pikiran yang penuh sesal
inginku ada hasil
tapi bikinku tak berdaya
semangat tergerus kemalasan
ada-ada saja alasan
menindasku, membuatku semakin terpuruk olehnya
kini pikirku,
kala aku sendiri
diri dikecam rasa berpuas diri.
Makassar, ruang kerja papa
5 Agustus 2015, 00:25 wita
(Aku menulis ini lantaran telah menghabiskan waktu barang 3 hari dengan sia-sia. Tidak produktif, tugas terabaikan. Bangun pagi untuk tidur lagi sampai siang. "Nanti" menjadi kata andalanku. Benar-benar hidup yang diregogoti rasa malas itu memuakkan. Saking muaknya, aku membiarkan diriku menjadi bodoh dengan tetap menjalani hidup yang seperti ini.)
Penuh ketidakjelasan,
Tary.
sama saja
membuka lembar buku yang serupa
sampul kulit hitam dari Universitas Indonesia
isinya...
agenda, pun catatan harian
ringkas dan tak jelas
meratapi hal yang tak berbeda
waktu dan kecepatan lajunya
bersama pikiran yang penuh sesal
inginku ada hasil
tapi bikinku tak berdaya
semangat tergerus kemalasan
ada-ada saja alasan
menindasku, membuatku semakin terpuruk olehnya
kini pikirku,
kala aku sendiri
diri dikecam rasa berpuas diri.
Makassar, ruang kerja papa
5 Agustus 2015, 00:25 wita
(Aku menulis ini lantaran telah menghabiskan waktu barang 3 hari dengan sia-sia. Tidak produktif, tugas terabaikan. Bangun pagi untuk tidur lagi sampai siang. "Nanti" menjadi kata andalanku. Benar-benar hidup yang diregogoti rasa malas itu memuakkan. Saking muaknya, aku membiarkan diriku menjadi bodoh dengan tetap menjalani hidup yang seperti ini.)
Penuh ketidakjelasan,
Tary.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar