Halaman

Rabu, 08 Juli 2015

Terima Kasih, SRD!

(tidak pernah ada kata terlambat untuk cerita tentang mereka)

KIKers.

Kontribusi, Inovasi, dan Kekeluargaan. Inilah tiga nilai yang kami bawa dan berusaha salurkan melalui 7th Student Research Days. Terlepas dari apa hasil yang kami capai, bagi diri sendiri, proses persiapan dan pasca acara ini merupakan suatu tahapan yang luar biasa dalam kehidupan kampus saya. Seperti kata pepatah, Tak Ada Gading Yang Tak Retak, demikian pun SRD ini.. Seberusaha apapun kami memberikan yang terbaik, ada-ada saja hal yang berjalan tidak sesuai keinginan kami. Kalau kata Project Officer tahun sebelumnya, "di SRD kali ini gue mendengar pujian dan kritikan yang berbeda." Artinya apa? Ada yang berhasil kami perbaharui, ada pula yang hm tidak sempat kami perbaiki.

Hal yang paling saya syukuri di sini adalah diberi kesempatan menjadi bagian dari tim inti 7th SRD. Setelah ditolak berbagai kepanitian besar yang prestisius, saya mendapat ajakan untuk menjadi sekretaris mereka. Sebenarnya menurut saya, posisi ini tidak dibutuhkan dalam kepanitiaan kecil seperti SRD, tapi saat itu saya tidak memikirkan jabatan. Pengalaman bekerja sama, itulah yang menarik perhatian saya. Puji Tuhan! Saya ditempatkan di antara orang-orang yang memang kompeten. Mereka punya tanggungjawab. Dengan mengesampingkan segala kekurangan dan perbedaan pendapat di antara kami, niat dan kinerja mereka perlu diacungi jempol. Mereka membuat saya kagum. Meski sibuk dengan berbagai kegiatan organisasi, mereka sedikit pun tidak melupakan tanggungjawab akademis. Kalau ada yang perlu dikorbankan di kehidupan kampus ini, mungkin waktu tidurlah yang mereka jadikan prioritas terakhir.

Selama lebih dari satu semester ini saya belajar banyak hal, baik itu tentang pribadi mereka, masa kuliah dan diri sendiri. Dulu saat masih SMP seorang teman saya pernah bilang, "kenapa kau tidak gabung dengan mereka (kelas reguler) dan ikut lomba-lomba? Kau terbiasa dengan kelas unggulan." Dia menantang saya untuk menjadi bagian dari 'yang kecil' untuk 'menjadi besar'. Mungkin pada masa kuliah inilah saya diperkenankan Tuhan untuk mengembangkan sesuatu yang kecil menjadi besar. Seperti kata Bunda Teresa, "tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar. Tetapi, kita dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar."





Satu lagi yang tak kalah penting:
Terima kasih sudah mengingatkan saya mengenai apa yang saya sukai dan tidak sukai.

Salam,
Tary.

Tidak ada komentar: