02:51 AM
Ada hujan tertahan di pelupuk mataku
Lama sudah terasa mendungnya
Terus terabaikan sebab tak ada guna mengindahkannya
Tentang kisah lalu hujan dalam hidupku,
Tak seperti dulu yang leluasa berderai dengan derasnya
Yang ini merintik pun masih malu, maka tertahanlah..
Mungkin hujanku sedih dahulu dianggap kebodohan
Hujanku sedih diduga lemah
Terus disalahkan, disangka tidak dewasa
Pemilik hujan berdoa pada Yang Kuasa
Mohon keteguhan tak merintik sembarangan
Hujan mendengar perbincangan mereka
Terlukai hatinya karena kata 'sembarangan'
Hadir saat penghujan dicaci karena kebanyakan
Tampak ketika kemarau pun dibilang curi kesempatan
Lalu kapan hujan bisa turun tanpa disalahkan?
Kepada hujan di pelupuk mataku,
Aku merasa kuat dari sebelumnya
Merasa ragu dan tak ragu disaat yang sama
Tapi bukan itu poinnya.
Kepada hujan di pelupuk mataku,
Berhenti bertahan dan jatuhlah sekarang
Basahi pipiku dengan ketulusan..
Kepada hujan di pelupuk mataku,
Merintiklah!
Biar aku tahu aku masih punya hati
Hati yang sanggup merasa..
Terakhir,
kepada hujan yang terus-terusan tertahan
terjunlah dengan bebas
kemudian tampakkanlah pelangi setelahnya
dengan begitu, aku lega..
Sebab yang kurindukan tak hanya hujan,
tapi juga pelangi sehabis hujan..
Ada hujan tertahan di pelupuk mataku
Lama sudah terasa mendungnya
Terus terabaikan sebab tak ada guna mengindahkannya
Tentang kisah lalu hujan dalam hidupku,
Tak seperti dulu yang leluasa berderai dengan derasnya
Yang ini merintik pun masih malu, maka tertahanlah..
Mungkin hujanku sedih dahulu dianggap kebodohan
Hujanku sedih diduga lemah
Terus disalahkan, disangka tidak dewasa
Pemilik hujan berdoa pada Yang Kuasa
Mohon keteguhan tak merintik sembarangan
Hujan mendengar perbincangan mereka
Terlukai hatinya karena kata 'sembarangan'
Hadir saat penghujan dicaci karena kebanyakan
Tampak ketika kemarau pun dibilang curi kesempatan
Lalu kapan hujan bisa turun tanpa disalahkan?
Kepada hujan di pelupuk mataku,
Aku merasa kuat dari sebelumnya
Merasa ragu dan tak ragu disaat yang sama
Tapi bukan itu poinnya.
Kepada hujan di pelupuk mataku,
Berhenti bertahan dan jatuhlah sekarang
Basahi pipiku dengan ketulusan..
Kepada hujan di pelupuk mataku,
Merintiklah!
Biar aku tahu aku masih punya hati
Hati yang sanggup merasa..
Terakhir,
kepada hujan yang terus-terusan tertahan
terjunlah dengan bebas
kemudian tampakkanlah pelangi setelahnya
dengan begitu, aku lega..
Sebab yang kurindukan tak hanya hujan,
tapi juga pelangi sehabis hujan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar