Penyesalan itu selalu datang belakangan, kalau adanya di awal namanya kesadaran. Hal ini yang nantinya melahirkan pertimbangan.
Saat ini saya menyesal, saya menyesal mendengar hal itu. Sebelumnya, kamu tahu betapa bahagianya saya hari ini? teman-teman saya sangat menyenangkan. Sepanjang jam pelajaran kami tertawa bersama. Marcell, agit, joshua, edberg, bernadet, audryn, thompson. semuanya. kami tertawa bersama. Harusnya kamu tahu bahwa tadi itu saya senang :) sekali..
Sekarang ini apa kabarnya perasaan saya? menyesal. Harusnya saya melaksanakan pesan mother Teresa:
"Hindari asa ingin tahu"
sekarang saya terjebak. sungguh.. saya berharap kamu tahu saya tidak menyukai apa yang kamu lakukan, saya benci itu! berkali-kali saya, bahkan kami, memberitahumu. kamu memang berpendirian kokoh, atau keras kepala? entahlah..
Tahu rasanya menahan marah? saya marah lho sebenarnya. marah sama kamu. beruntungnya kamu, saya punya mereka, mereka yang (entah sadar atau tidak sadar) telah menghibur saya. yoan, arya, terima kasih atas foto-foto konyol kalian :D ciho, terima kasih :) diam emas tapi suara kamu berlian hahaha joshinta, terima kasih karna sudah mengajak saya berpikir, saya sempat teralihkan wkwk :)
Masalah itu emang gabisa dihindari, sekalipun banyak yang menghibur, masalah gakan tinggal diam, dia tetap berusaha menunjukkan dirinya. padahal saya sudah berusaha tidak mendengar hahaha daritadi saya mau marah, cuma mau marah ke siapa? karena apa? tho emang salah saya, siapa suruh saya mendengar hal yang seharusnya tidak terdengar? bahaya rasa ingin tahu..
marah kalau ditahan-tahan itu jadinya nyesek. dada saya itu rasanya sesak, lepas kontrol dikit aja bisa jadi nangis hahaha ah sudahlah. bantu doa ya, teman-teman..
Tuhan terima kasih atas pendengaran ini, bantu saya menggunakannya, supaya setiap apa yang saya dengar selalu sejalan dengan kehendak-Mu. Beri saya bahu yang kuat, hati yang peka, dan jiwa yang selalu berpegang pada-Mu... amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar