hai :) selama malam. malam jumat yang lapar, dingin, dan melelahkan.
terlalu dini barangkali kalau ngomongin soal pemilihan jurusan di kelas 2 nanti, tapi belakangan ini benar-benar mengganggu. begini ceritanya:
saya kepengen ikut lomba ekonomi, entah itu pasar modal, akuntansi, sampe ke OSN, saya mau. awalnya semua berjalan biasa-biasa saja. sampe pekan lalu, ibu yulia nanya ke saya, "lestary nanti ko mau masuk ipa atau ips, nak?"
saya jawab jujur, "ndatau mi bu.. bingung ka juga, mamaku bilang terserah ji, cuma mamaku kasih ancangan untuk jadi hakim.."
"oh, hakim berarti hukum? ips ji itu nak"
"tapi papaku suruh saya masuk ipa, bu"
"oh.. soalnya kalo ko masuk ipa, percuma ji ko belajar akuntansi nak"
GRRRRRRR! AWAL GALAU! dengan spontannya saya bilang, "saya masuk ips ji bu.."
menurut kalian, ini mungkin bukan masalah, tapi ini benar-benar menjadi beban pikiran. sesampainya di rumah, saya cerita soal pilihan saya ini ke mama, mama sih oke oke saja, katanya gini, "nda papa ji masuk ips, asal kau ji sendiri yang pilih.." mendengar ini saya jadi lega. tapi pas saya cerita ke papa.....
AMPUN! pengen nangis rasanya. kata papa,
"IPS SMA itu ndada pi gunanya, nanti baru kuliah itu.. kalo ko dari ipa, mau belajar ekonomi gampang mi itu. tapi kalo ko mo belajar ips sehari-hari baru masuk kimia, susah itu. masuk mko IPA dulu, supaya pola pikirmu jadi kaya orang IPA, sistematis dan sebagainya. saya dulu waktu kelas 1 SMA mengajar mak fisika sama kimia... dansebagainyadansebagainya"
karena dasar hati saya cengeng, diam-diam saya meneteskan air mata. saya sadar bahwa ayah saya masih berharap saya jadi dokter, tapi saya benar-benar tidak bisa. 1 bukan pilihan saya, 2 tidak berminat, 3 saya geli, 4 saya tidak kuat tentang hal-hal kedokteran.
sampai sekarang saya masih bingung.. Tuhan, beri saya kebijaksanaan :(
3 komentar:
Masuk jurusan yang sesuai cita-citamu dek. Kalau orangtua tdk setuju, coba kau berikan pemahaman pada mereka. Jelaskan baik-baik.
Saya dulu juga sama kayak kau. Kalau mau dibilang saya punya potensi juga di IPA. Waktu SMP sering jadi jawara, begitu juga di kelas 1 SMA, nilai kimia, mtk dgn fisikaku tinggi bahkan kalo na kasi remediki kimia, selaluka lolos. Bukanji sombong nah!! hahaha. Tapi karna cita2ku bukan ada di jurusan IPA, jadi sy pilih IPS.
Banyak orangtua termasuk bapakku juga maunya anaknya masuk IPA karena nanti lulus bisaji masuk segala jurusan atau gampangki dapat kerjaan kalo nda mauki kuliah. Itu memang benar dan tidak salah tapi sy berpikir kalo di SMA saya masuk IPA terus ujung-ujungnya kuliah ambil jurusan ekonomi/hukumji, artinya sia-siaji kuhafal itu rumus2 kimia, tulang2 di biologi, dsb. Samaji, masih mau jaka belajar ulang itu ekonomi (buang-buangji waktuku di SMA bljr IPA, habis-habis uangji beli buku ipa). Apa yg sy bilang ini betul nah, sudahmi terbukti di kakak2 kelasnu yg sudah tamat. Waktu SMA masuk IPA tapi tiba2 kuliyat munculki di kampus Fakultas ekonomi.
Semua orangtua juga mau anaknya jadi dokter. Enak memang karena sekali periksa dapat uang. Mauja juga sebenarnya jd dokter, tapi maslah biayanya yang tingginya minta ampun. Hy kusanggupi jd dokter hewan kapang...
Tapi terserahji kau iya. Yg jelas pilih jurusan yang memang betul-betul sesuai dengan minatmu dan bakatmu. Konsultasikan ulang sama orangtuamu. Galau itu memang biasa tjd, waktu kelas 1, galau tong jaka kyk bgini. Kusampaikan ke wali kelasku tentang keputusan jurusanku 1 miggupi sebelum masuk sekolah, padahal seharusnya sudah disampaikan waktu penerimaan rapor....Ok...
Silahlan di visit situs ini
Silahlan di visit situs ini
Silahlan di visit situs ini
wohahaha
sa kira saya ji yang rasa kek begini, tenyata tidak wkwk yoa, ko! ada mi secercah harapan wkwk thankso na.. wkwk
daythammynet
Class College Education training Beauty teaching university academy lesson teacher master student spa manager skin care learn eyelash extensions tattoo spray
Posting Komentar