Halaman

Minggu, 08 Maret 2015

Jhu Mate Qyu

Hari itu kulihat dia dengan senyum yang berbeda. Tak ada sapa seperti sedia kala. Dia masih saja sama sebenarnya. Tampan, sederhana dan mempesona. Tapi itu tadi. Ada yang berubah. Dia tak tertawa dan berhumor ria. Lawakannya lenyap dihempas angin Kolam Makara. Seseorang mengajaknya dan dia tolak begitu saja. Kasihan dia, apa ia lelah dan perlu pelukan?
Bila iya, hubungi aku saja. Agar aku segera berlari ke arahnya.

Oh, Tuhan. Jangan biarkan aku melanjutkan rasa yang tak terbalas.

Tidak ada komentar: