Halaman

Jumat, 30 Desember 2011

Upaya Kecil Konservasi Air Bersih



Sama seperti hati para remaja yang seringkali gelisah dan butuh ketenangan serta kejernihan. Tubuh manusia juga begitu, untuk bekerja dengan baik memerlukan kejernihan. Kejernihan identik dengan air.  Sulit sekali rasanya menyangkal bahwa kita tidak memerlukan air, mendapati fakta bahwa sekitar 75% tubuh kita tersusun dari air. Singkatnya, manusia sangat memerlukan air.

Persediaan air di Bumi sangatlah banyak. Dalam ilmu Ekonomi, Air termasuk dalam benda illith, yaitu benda yang jumlahnya tidak terbatas tetapi jika tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan musibah (banjir). Namun sayangnya, sekalipun persediaan air sangat banyak air yang layak dan memenuhi standar untuk digunakan sangatlah terbatas. Wikipedia menyebutkan Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.”

Sebelumnya kita perlu tahu ciri-ciri air bersih. Air yang bersih memenuhi kriteria sebagai berikut:
1.     tidak berasa,
2.     tidak berbau,
3.     tidak berwarna,
4.     tidak mengandung logam berat

Adapun beberapa sumber-sumber air bersih tersebut adalah:
1.     Sungai. Namun kini sungai-sungai telah banyak tercemar.
Dok. pribadi
2.     Curah Hujan. Pemanfaatannya dengan menggunakan bendungan ataupun tandon air yang cukup mahal.
3.     Air Permukaan dan air bawah tanah

Ibarat ilmu ekonomi dimana kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan benda pemuas kebutuhan terbatas, ini disebut dengan kelangkaan. Kelangkaan inilah cikal munculnya masalah ekonomi. Apa hubungannya dengan air? Sumber air bersih kita sangatlah terbatas, terjadi kelangkaan, dan ini masalah kita semua.

Kurangnya persedian air bersih berdampak buruk bagi manusia secara pribadi dan keseluruhan. Dari pengalaman pribadi, kekurangan air membuat saya merasa dehidrasi, saya menjadi sulit berpikir, dan aktivitas saya terhambat. Bila melihat lingkungan kita sekarang ini, telah banyak hal yang diakibatkan oleh kurangnya air bersih seperti munculnya berbagai macam penyakit contohnya cacingan dan diare yang merupakan penyakit penyebab kematian terbesar kedua anak-anak di dunia.

Setelah mengetahui permasalahan dan akibat dari masalah yang ditimbulkan, apakah kita akan tetap tinggal diam? Dan membiarkan masalah ini larut dan menjadi semakin berbahaya? BIG NO! WE HAVE TO SAVE OUR CLEAN WATER, GUYS!

Sebagai seorang pelajar SMA yang juga senang ngeblog, saya menyarankan kita untuk bertindak melalui hal-hal kecil. Pertama, kita perlu menyadari bahwa kita sangat memerlukan air padahal air bersih sangat terbatas. Kedua, menghemat air. Bukan dengan meminum air bersih sesedikit mungkin melainkan dengan menutup keran air di rumah, toilet sekolah ataupun tempat lain jika sudah tidak digunakan agar tidak ada air yang terbuang percuma. Ketiga, tidak mencemari sumber-sumber air bersih. Keempat, menyebarluaskan informasi yang kalian dapat tentang konservasi sumber air baiknya dari artikel ini maupun sumber lainnya. Tidak harus melalui seminar maupun sosialisasi formal lainnya, kita dapat berbagi melalui update status di Facebook maupun nge-tweet di twitter mengenai hal tersebut. Keempat, mengajak keluarga, teman, dan kerabat lain untuk melakukan hal yang sama.

Demikian beberapa upaya kecil konservasi sumber air, mari kita mulai dari tindakan kecil saya yakin kelak usaha kita akan memperoleh hasil yang maksimal.



“Bukan untuk orang lain, untuk diri kita sendiri. It’s in me.” –Denny Sumargo

Tidak ada komentar: