![]() |
Sama seperti hati para remaja yang seringkali gelisah dan butuh ketenangan serta kejernihan. Tubuh manusia juga begitu, untuk bekerja dengan baik memerlukan kejernihan. Kejernihan identik dengan air. Sulit sekali rasanya menyangkal bahwa kita tidak memerlukan air, mendapati fakta bahwa sekitar 75% tubuh kita tersusun dari air. Singkatnya, manusia sangat memerlukan air.
Persediaan
air di Bumi sangatlah banyak. Dalam ilmu Ekonomi, Air termasuk dalam benda illith, yaitu benda yang jumlahnya tidak
terbatas tetapi jika tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan musibah
(banjir). Namun sayangnya, sekalipun persediaan air sangat banyak air yang
layak dan memenuhi standar untuk digunakan sangatlah terbatas. Wikipedia
menyebutkan “Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan
jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja
dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya
0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan
kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang
ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau
sangat dalam di bawah tanah.”
Sebelumnya kita perlu tahu ciri-ciri air bersih.
Air yang bersih memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. tidak berasa,
2. tidak berbau,
3. tidak berwarna,
4. tidak mengandung
logam berat
Adapun beberapa sumber-sumber air bersih tersebut
adalah:
1. Sungai. Namun
kini sungai-sungai telah banyak tercemar.
| Dok. pribadi |
2. Curah Hujan.
Pemanfaatannya dengan menggunakan bendungan ataupun tandon air yang cukup
mahal.
3. Air Permukaan
dan air bawah tanah
Ibarat ilmu ekonomi dimana kebutuhan manusia
tidak terbatas sedangkan benda pemuas kebutuhan terbatas, ini disebut dengan
kelangkaan. Kelangkaan inilah cikal munculnya masalah ekonomi. Apa hubungannya
dengan air? Sumber air bersih kita sangatlah terbatas, terjadi kelangkaan, dan
ini masalah kita semua.
Kurangnya persedian air bersih berdampak buruk
bagi manusia secara pribadi dan keseluruhan. Dari pengalaman pribadi,
kekurangan air membuat saya merasa dehidrasi, saya menjadi sulit berpikir, dan
aktivitas saya terhambat. Bila melihat lingkungan kita sekarang ini, telah
banyak hal yang diakibatkan oleh kurangnya air bersih seperti munculnya
berbagai macam penyakit contohnya cacingan dan diare yang merupakan penyakit
penyebab kematian terbesar kedua anak-anak di dunia.
Setelah mengetahui permasalahan dan akibat dari
masalah yang ditimbulkan, apakah kita akan tetap tinggal diam? Dan membiarkan
masalah ini larut dan menjadi semakin berbahaya? BIG NO! WE HAVE TO SAVE OUR
CLEAN WATER, GUYS!
Sebagai seorang pelajar SMA yang juga senang
ngeblog, saya menyarankan kita untuk bertindak melalui hal-hal kecil. Pertama, kita perlu menyadari bahwa
kita sangat memerlukan air padahal air bersih sangat terbatas. Kedua, menghemat air. Bukan dengan
meminum air bersih sesedikit mungkin melainkan dengan menutup keran air di
rumah, toilet sekolah ataupun tempat lain jika sudah tidak digunakan agar tidak
ada air yang terbuang percuma. Ketiga, tidak
mencemari sumber-sumber air bersih. Keempat,
menyebarluaskan informasi yang kalian dapat tentang konservasi sumber air
baiknya dari artikel ini maupun sumber lainnya. Tidak harus melalui seminar
maupun sosialisasi formal lainnya, kita dapat berbagi melalui update status di Facebook maupun nge-tweet di twitter mengenai hal tersebut. Keempat, mengajak keluarga, teman, dan
kerabat lain untuk melakukan hal yang sama.
Demikian beberapa upaya kecil konservasi sumber air,
mari kita mulai dari tindakan kecil saya yakin kelak usaha kita akan memperoleh
hasil yang maksimal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar