Halaman

Sabtu, 06 Agustus 2011

Namaku: Sejarah dan Harapan (arti nama)


Tak kenal maka tak sayang,
Tak sayang karena tak kenalan.
Maka dari itu, perkenankanlah saya memperkenalkan diri.

Terlahir dengan nama baptis Emilia De Benedicti Lestary Jakara Barany. Tetapi yang tertera dalam akta kelahiran dan surat-surat lainnya hanyalah Lestary Jakara Barany. Biasa dipanggil Lestary atau Tary, namun orang-orang sirik memanggil saya dupezt, berasal dari hidung pesek.

Kata salah seorang, entah siapa dan darimana: “apalah arti sebuah nama?”
Nama saya penuh arti, sarat makna. Dalam nama saya ada sejarah dan harapan orangtua saya. Tersirat masa lalu, tergambarkan masa depan.

Emilia de benedicti, ala kebelanda-belandaan? Ya. Nama ini memang diberi oleh salah seorang pastur Belanda. Saya dilindungi oleh Santo Benediktus, seorang kaya yang pergi mengasingkan diri, yang telah mendirikan 12 tarekat. Beliau adalah 1 dari 3 pelindung Eropa. Seorang pemuda yang berjuang keras untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

Lestary. Pernah mendengarkan kata lestarikan, melestarikan? Lestary dari kata lestari. Artinya, abadi. Abadi disini bukan berarti hidup selama-lamanya. Panjang umur? Amin. Tapi lebih kepada berbuat baik untuk dapat dikenang. Sehingga sekalipun raga saya tidak lagi ada, tapi karya saya tetap hidup dan berkembang.

Jakara. Ayah saya seorang advokat, ketika saya lahir ayah saya memenangkan suatu perkara. Suasana kelahiran saya masih diselimuti atmosfir kemenangan. Kejayaan. Jakara, jaya perkara. Saya diharapkan mampu mengatasi masalah sendiri, dan lebih baik lagi kalau bisa membantu orang lain mengatasi masalahnya.

“sekalipun aku tidak membuatmu tersenyum, aku membuatmu berhenti menangis.”

Barany. Inilah yang paling berat disandang. Nama keluarga (family name). Kata kakek saya, barany seharusnya ditulis baranie, tapi karena karakter ie diambil oleh Belanda, digantilah jadi y. Membacanya pun bukan barani, tetapi seperti menyebutkan dua I, baranii. Seperti namanya, karakter barany itu pemberani, pejuang, rela berkorban, berjiwa ksatria, pemimpin yang baik. Karakter itu ada dalam diri kakek dan ayah saya. Dalam diri saya? Hmm… tidak juga -_- saya masih 3M, malu malu meong. Jauh bedanya? Sekali. Ini tanggungjawab. Sudah seharusnya saya berusaha lebih lagi.

Sudah kenalan, berharap disayang.
Sekian, terima kasih.

Tidak ada komentar: